aksi warga dan satpol pp tutup galian

0
49

Untuk kesekian kalinya, warga melakukan aksi penutupan lokasi galian C yang ada di Kabupaten Mojokerto. Dibantu petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Sub Garnesun dan Polsek Pacet mengeluarkan paksa excavator (alat berat, red) dari lokasi galian C di Dusun Panjangrum, Desa Pandan Arum, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Aksi warga ini, tidak hanya diikuti warga di sekitar lokasi penambangan galian C saja namun juga dari desa di sekitar lokasi. Pasalnya, warga menilai jika penambangan galian C tersebut berada di aliran sungai yang menyebabkan air sungai menjadi keruh dan kerusakan lingkungan seperti longsor yang bisa terjadi kapan saja.

Warga yang datang ke lokasi, tak hanya didominasi kaum Adam namun juga banyak para ibu-ibu dan anak-anak. Mereka memaksa keluarga excavator yang berada di lokasi untuk keluar. Bahkan, saat mobil petugas lapangan dari pemilik galian datang ke lokasi, warga langsung mengusirnya dengan tujuan agar excavator bisa keluar dari lokasi galian C.

Pasalnya, petugas lapangan disinyalir menutup jalan menuju lokasi galian C. Padahal, warga dan petugas yang datang sedangan mengusir excavator yang berada di lokasi galian C. Akibatnya, warga langsung meringsek mengikuti laju kendaraan tersebut. Setelah didatangi warga, mobil tersebut keluar lokasi galian dan diikuti sorak suara warga.

Salah satu warga, Yusuf mengatakan, jika lokasi galian tersebut sudah melanggar Peraturan Propinsi tentang galian pasalnya lokasi galian C tersebut ilegal. “Ini baru dua minggu, karena dua minggu lalu ditutup namun dibuka lagi. Sekarang warga dibantu petugas, memberi ketegasan terhadap pemilik galian tersebut karena jika berlangsung terus, ini sudah melecehkan lembaga,” ungkapnya, tadi sore.

Tak hanya itu, warga mengaku takut terhadap ancaman bencana yang ditimbulkan dari penambangan galian C tersebut. Lokasi galian yang berada di aliran sungai sudah menyebabkan air menjadi keruh, yang tidak bisa digunakan warga. Batu sebagai penyangga kekuatan tanah, digali secara terus menerus akan menyeb. akan longsor.

Hal yang sama juga diungkapkan, Kepala Dusun Kedung Rejo, Desa Simbaringi, Kecamatan Kutorejo, Yasin Yusuf. Galian C tersebut berada di aliran air sungai dari Pandan Arum yang mengaliri sebagian dusun yang ada di Desa Simbarigin. Setidaknya ada tiga dusun yang ada di Desa Simbaringi yang dialiri sungai dari Desa Pandan Arum tersebut.

“Warga yang ada di tiga dusun tersebut tidak menghendaki penggalian yang ada di Desa Pandan Arum karena berakibat pada kurangnya debit air untuk pertanian. Ditambah lagi, jalan masuk menuju lokasi galian melewati alur sungai. Bahkan, ada tebing yang sudah rusak akibat adanya penambangan di Desa Pandan Arum ini,” katanya.

Warga menolak, penambangan galian C di Desa Pandan Arum, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto tetap beroperasi. Jika, masih ada penambangan di lokasi tersebut warga mengancam akan melakukan aksi lagi. Pasalnya, warga khawatir akibat aktifitas penambangan tersebut akan merusak lingkungan yang ada di lokasi dan sekitanya.

Setelah dua excavator dan tiga truk yang digunakan untuk mengakut hasil galian C keluar lokasi, petugas dari Satpol PP Kabupaten Mojokerto langsung memasang patok bertuliskan “Lokasi ditutup, dasr Perda Propinsi Jawa Timur no 10 tahun 1995” di jalan menuju lokasi galian C yang berada di tepi sungai Pandan. [

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here