wordpress

1
50

Mojokerto – Banyaknya bermunculan pabrik dan perumahan di atas lahan produktik menyebabkan semakin sempitnya lahan pertanian di Kabupaten Mojokerto. Akibat, pembangunan tersebut diperkirakan penyusutan lahan pertanian di Kabupaten Mojokerto mencapai 100 hektar setiap tahunnya.

Untuk mengantisipasi penyusutan kian parah, Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto akan segera melakukan inventarisir lahan, pasalnya penyusutan lahan pertanian tersebut berakibat pada berkuranhnya stok pangan khususnya padi di Kabupaten Mojokerto.

Kepala Bidang Produksi, Disperda Kabupaten Mojokerto, Kabul mengatakan, sebagian besar alih fungsi lahan pertanian tersebut untuk proyek pembangunan perumahan dan pabrik. “Luas lahan pertanian di Kabupaten Mojokerto untuk sasaran tanaman seluas 52 ribu hektar,” ungkapnya, Rabu (28/12/2011) tadi pagi.

Dengan sasaran tanaman, masih kata Kabul, komoditi utama pagi, jagung dan kedelai. Sementara untuk tanaman holtikuktura seperti bawang merah, cabai dan kacang panjang. Tanaman buah seperti, melon, semangka, belewah dan tanaman buah lainnya.

Penyusutan lahan pertanian hingga 100 hektar per tahun tersebut dampaknya cukup banyak terutama pada produksi pertanian, bahkan berimbas pada berkurangnya hasil tanaman holtikultura. Padahal selama ini Kabupaten Mojokerto dikenal sebagai salah satu lumbung beras di Jawa Timur,” katanya.

Padahal selama ini Kabupaten Mojokerto terkenal sebagai salah satu lumbung padi di Jatim. Namun, untuk angka pastinya penurunan, Karena selain lahan berkurang penurunan produksi padi juga disebabkan genangan air dimusim hujan. Seperti yang terlihat banyaknya bermunculan pabrik di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo.

“Selain lahan pertanian berkurang karena pembangunan perumahan dan pabrik, juga karena pembangunan tol Surabaya-Mojokerto di utara Sungai Brantas. Juga banyaknya genangan air saat musim hujan, namun untuk angka pastinya, kita tidak memiliki datanya,” jelasnya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here