wordpress

0
122

Mojokerto  – Aksi para kepala desa (kades) se-Kabupaten Mojokerto dalam pengembalian motor dinas tak dipermasalahkan pihak Pemkab Mojokerto. Walau dikembalikan belum pada waktunya dan dalam keadaan rusak, Pemkab juga tetap menerimanya.

Plt Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto, Muhammad Ardi Prasetyawan mengatakan, penggantian sepada motor baru untuk kades merupakan program Bupati Mojokerto, Mustafa Kamal Pasa. ”Program ini sudah lama dan sudah dianggarkan dalam RAPBD,” ungkapnya, Rabu (28/12/2011).

Menurutnya, kades adalah ujung tombak pemerintahan yang ada di bawah sehingga bupati ingin mengganti motor dinas yang tidak layak diganti dengan yang baru agar pelayanan kepada masyarkat berjalan semakin baik. Terkait pengembalian yang tak wajar, Sekdakab menanggapinya dengan santai.

”Mereka menyerahkan, akan kami terima karena memang ini penyerahannya adalah pinjam pakai sehingga nantinya akan dikembalikan kepada kita. Yang dirusak akan kita evaluasi, nantinya akan diproses untuk penyerahan kendaraan yang baru dengan tujuan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” katanya.

Dalam PAK, lanjut Sekdakab, sudah dianggarkan akan ada penggantian motor dinas baru bagi kades. Saat ini sudah tersedia melalui proses lelang dan sudah diumumkan sebanyak 157 unit Suzuki Shogun Aselo, untuk prosesnya lanjut sekdakab, tinggal diserahkan ke pihak desa.

”Motor dinas ini awalnya memang untuk pelayanan kepada masyarakat, sehingga yang sudah tidak layak akan kita tarik dan ganti baru. Saat ini sudaj tersedia 157 dari 304 yang dianggarakan, sisanya 147 unit akan dianggarkan pada 2012 mendatang. Itu sudah masuk RAPBD,” jelasnya.

Sementara untuk pembagiannya, lanjut Sekdakab masih menunggu evaluasi sesuai mekanisme yang ada seperti reword kepada kades. Selain itu, kondisi motor dinas yang dikembalikan para kades juga menjadi bahan pertimbangan. Untuk itu, pihaknya masih melakukan penyusunan perumusan terkait penyerahan nantinya.

”Untuk ADD dan bagi hasil memang aturan yang harus diikuti pemda, tahun 2011 ini ADD memang belum cair dan batas pencairannya hari ini hingga 30 Desember besok. Tadi dalam pertemuan telah kita sepakati dengan para kades, baik di PAK maupun murni mereka bisa mengajukan pencairannya. Kita sudah minta bantuan camat setempat,” lanjutnya.

Menurutnya, pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan pihak DPPKA, camat dan desa karena belum semua anggaran tersebut cair. ADD sebesar Rp17 miliar dan PAK sebesar Rp2 miliar, akan dicairkan mulai hari ini, Rabu (28/12/2011) hingga 30 Juni 2012 mendatang.

”Bagi hasil pajak merupakan hak mereka, sesuai data yang masuk per Desember ini ada Rp5 miliar untuk desa dan baru dialokasikan sebesar Rp2,5 miliar, itu hak mereka. Desa bisa mengajukan sebesar Rp2,3 miliar pada semester I dan ini akan dibayarkan ke desa sampai Juni tahun depan, untuk kekurangannya dialokasikan pada 2012 tanpa mengurangi hak mereka,” terangnya.

Sekdakab menjelaskan, jika bukan hari ini pencairan ADD namun melaui proses yang diajukan oleh desa karena harus dilengkapi dengan administrasi lantaran hal tersebut masuk dalam kas desa. Sehingga semua penggunaannya terpantau. Bagi hasil yang dibagikan, tergantung pajak sama dengan ADD ada hitungannya.

Sebelumnya, ratusan kades mengembalikan motor dinas ke Pemkab Mojokerto. Mereka mengembalikan sebelum masa pinjam pakai habis lantaran ADD dan SDB belum cair. Pengembalian yang tak layak tersebut berujung pada aksi penghadangan Kades Petak, Kecamatan Pacet dengan sejumlah awak media yang akan mewawancarai Ketua AKPD Kabupaten Mojokerto, Madra’i.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here