wordpress

0
96

Mojokerto – Bantuan operasional sekolah (BOS) untuk SD/Mi tahun 2012 dipastikan ada kenaikan sebesar  46 persen. Sedangkan untuk SMP juga ada kenaikan sebesar 25 persen. 

Dana BOS kucuran pemerintah pusat, pemanfaatannya kini tidak sebatas untuk kegiatan peningkatan mutu dan kegiatan kesiswaan, namun juga diperbolehkan untuk pembelian kebutuhan personal siswa, bahkan pembelian alat transportasi bagi siswa yang kurang mampu, seperti sepeda angin.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto, Budwi Sunu mengutarakan hal itu terkait aturan dan mekanisme program BOS tahun 2012 mendatang. “Permendiknas Nomor 51 Tahun 2012 tentang Penggunaan Dana BOS member ruang yang lebih leluasa untuk mengelola dana yang bersifat hibah ini. Kebutuhan personal siswa miskin, seperti seragam, tas, sepatu dan lainnya bisa dicover dari dana ini. Bahkan, sekolah diperbolehkan membeli alat transportasi sederhana, seperti sepeda angin yang  diperuntukkan bagi siswa miskin,” terang Budwi Sunu.

Namun demikian, untuk sepeda angin, lanjut Budwi Sunu, benda tersebut bukan jadi milik pribadi siswa miskin, tapi dijadikan inventaris sekolah. “Dan yang menjadi keharusan, penggunaan dana BOS, terkait komponen pembiayaan dan komponen kegiatan yang direncanakan, didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara Tim Manajemen BOS Sekolah, Dewan Guru dan Komite Sekolah,” tekan dia.

Penanggungjawab Tim Monitoring BOS Kota Mojokerto tersebut lebih jauh mengatakan, untuk besaran dana BOS, tahun 2012 mengalami peningkatan  nominal. Untuk siswa SD/MI sebesar Rp 580 ribu per siswa per tahun. Sedang untuk siswa SMP/SMPLB/SMP Terbuka sebesar Rp 710 ribu per siswaper tahun.
Dibanding tahun ini, terjadi peningkatan nominal sekitar 46 persen untuk tingkat SD/MI dan Rp 25 persen untuk tingkat SMP. “Dari 68 SD/MI dengan 14.473 siswa, dana BOS yang dialokasikan sekitar Rp 8,1 miliar. Sedang untuk 20 SMP/SMPLB/SMP Terbuka dengan 8.822 siswa, dana BOS yang akan dikucurkan sekitar Rp 6,1 Miliar. Atau Total sekitar Rp 14,2 miliar,” papar Budwi Sunu seraya menyebut, jumlah siswa penerima dana BOS pada 2012 diperoleh dari hasil verifikasi jumlah siswa pada tahun ajar 2011/2012 melalui lembar kerja individu siswa.

Berbeda dengan tahun ini, mulai tahun 2012, kata Budwi Sunu, dana BOS diterimakan langsung dari kas propinsi ke rekening kepala sekolah. “Jadi tidak melalui kasda (kas daerah) seperti tahun ini,” terangnya.

Sementara penyaluran dana penopang wajib belajar tersebut, menurutnya, diterimakan periode tiga bulanan, yakni Januari – Maret, April – Juni, Juli – September dan Oktober – Desember. “Dana BOS diterimakan utuh dan dibayar di depan, artinya untuk untuk periode Januari – Maret, dibayar bulan Januari,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here