wordpress

0
165

Mojokerto РSekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Raden Wijaya, Kota Mojokerto memboikot Ujian Akhir Semester (UAS) dan Ujian Kualifikasi Mutu (UKM), Senin (16/01/2012). Aksi memanas saat petugas kepolisian dari Polres Mojokerto Kota datang ke lokasi demo.

Ratusan mahasiswa STIT Raden Wijaya menggelar aksi unjuk rasa di halaman kampus di Jalan Raya Pekayon. Mereka membakar ban bekas dan mensegel ruang rektorat serta beberapa ruang kelas sebagai bentuk penolak pelaksanaan UAS dan UKM yang berlangsung Senin (16/01/2012) hingga Sabtu (21/01/2012) depan tersebut.

Aksi mereka dipicu habisnya Surat Keputusan (SK) pimpinan STIT Raden Wijaya yang habis pada Jum’at (06/01/2012). Mahasiswa meminta agar kampus yang berada dibawah naungan Yayasan Ansor Kholil untuk segera menerbitkan SK definitif bagi keberlangsungan STIT Raden Wijaya kedepan.

Koordinator lapangan, Zain Arifin mengatakan, jika SK tidak ada, legalitas kelulusan mereka akan dipertanyakan. “Tidak ada SK seharusnya UAS dan UKM tidak boleh digelar untuk itu kita meminta agar pihak yayasan untuk segera menerbitkan SK definitis,” ungkapnya, tadi sore.

Mereka menolak SK yang sudah dikeluarkan oleh perkumpulan tertanggal 15 Januari 2012, mengkaji ulang SK yang dikeluarkan oleh perkumpulan tertanggal 6 Januari 2012. Mereka menilai ada pelanggaran AD/ART Perkumpulan Perguruan Tinggi. “Yayasan harus membentuk senat perguruan tinggi, usut tuntas penggelapan dana operasional MADIN tahun 2007-2010, usut tuntas penggelapan dana tahun 2008 kebawah serta oknum dosen atau pimpinanan STIT berbuat asusila, kita minta untuk tuntutan kami segera dipenuhi,” jelasnya.

Sehingga mereka kepada seluruh jajaran dewan penyelenggara STIT Raden Wijaya agar segera memutuskan permasalahan tersebut. Jika pihak yayasan tak mampu menyelesaikan kasus tersebut, mahasiswa akan tetap melanjutkan aksi dan melaporkan kopertis dan Dirjen Pendidikan Agama Islam.

Hingga berita ini ditulis, ratusan mahasiswa masih melakukan aksinya di halaman kampus. Meski ditemui pihak yayasan di lokasi, musyawarah terbuka masih. Pihak kepolisian dari Polres Mojokerto Kota hanya bisa memantau di luar halaman, pasalnya saat masuk langsung diusir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here