dana bantuan sapi diduga disunat

0
230

Mojokerto – Dana bantuan sapi dari pemerintah pusat senilai Rp 500 juta di Kabupaten Mojokerto diduga disunat. Selain dana disunat, bantuan sapi untuk per kelompok tani dari APBN tersebut juga tidak sesuai dengan standart.

Salah satu anggota kelompok tani mengatakan, seharusnya para penamping kelompok tani menerima dana bantuan sebesar Rp 300 ribu per bulan selama satu tahun. Namun, kenyataannya para kelompok tani hanya mendapatkan bantuan dana selam 10 bulan saja.

”Para kelompok tani hanya menerima bantuan dana sebesar Rp 300 ribu selama 10 bulan saja, yang dua bulan tidak diberikan. Alasannya dari dinas, dana dua bulan tersebut digunakan untuk kegiatan syukuran di Dinas Peternakan dan Perikanan,” ungkapnya, Jum’at (10/02/2011) tadi malam.

Sementara masih lanjut sumber, di Kabupaten Mojokerto terdapat 15 kelompok tani yang menerima dana bantuan sapi ini. Selain dua bulan dana tidak diberikan, sapi yang kita terima juga tidak sesuai dengan standart,” katanya.

Menurutnya, seharusnya sapi yang diberikan adalah sapi betina yang sudah siap untuk bunting. Namun kenyataannya yang diterima sapi yang masih muda. Seharusnya, sapi-sapi tersebut diberikan dalam bentuk uang namun para kelompok tani menerima bantuan tersebut sudah berupa sapi.

”Sudah diberikan dalam bentuk sapi, sapinya juga tak sesuai dengan standart. Untuk pengobatan, juga terjadi permainan. Seharusnya, dana pengobatan gratis namun kita diwajibkan membayar,” lanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here