Pedagang Prajuritkulon Ancam Berjualan Diluar

0
319

Mojokerto – Rencana Pemkot Mojokerto untuk mengalihkan akses masuk Pasar Prajuritkulon, Kota Mojokerto melalui pasar ikan menimbulkan keresahan para pedagang. Bahkan mereka mengaku sudah mengirim surat pengaduan ke DPRD Kota Mojokerto terkait hal ini.

Salah satu pedagang, Sigit mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat ke DPRD Kota Mojokerto. “Tanggal 14 Februari kemarin kita sudah mengirim surat pengaduan ke DPRD Kota Mojokerto yang ditandatangi semia pedagang,” ungkapnya, Senin (20/02/2012) tadi pagi.

Pasalnya, para pedagang khawatir perniagaan mereka akan macet jika Pemkot merealisasikan pwnutupan gerbang pasar. Jika rencana tersebut terbukti, warga mengancam akan berdagang di luar area pasar. “Informasi ini diketahui para pedagang sejak seminggu yang lalu melalui mantri pasar. Ia menyampaikan rencana tersebut yang menutup pintu gerbang pasar pada bulan Juni nanti. Pintu gerbang pasar akan dipindah ke lahan masuk pasar ikan di Jalan Tribuana Tunggal Dewi,” katanya.

Alasannya, lanjut Sigit jika pintu gerbang pasar tetap di Pasar Prajuritkulon akan berisiko kemacetan. Padahal menurut mereka, selama ini tidak ada masalah. Mereka menduga penutupan pintu gerbang tersebut berkaitan dengan sepinya pasar ikan. “Seharusnya kondisi seperti ini bisa dimaklumi karena memang relatif masih baru tapi jangan untuk menghidupkan pasar ikan dengan mengorbankan pasar yang sudah ada. Namun jika tetap dilakukan, para pedagang mengancam berjualan di luar pasar,” ancamnya.

Terkait keresahan pada pedagang Pasar Prajuritkulon, Kota Mojokerto dengan rencana Pemkot Mojokerto yang akan menutup pintu gerbang pasar, mereka mengaku sudah melayangkan surat pengaduan ke DPRD Kota Mojokerto. Namun Komisi II mengaku belum menerima surat tersebut.

Sekretaris Komisi II bidang Perekonomian dan Pembangunan DPRD Kota Mojokerto, Sonny Basuki Raharjo mengaku belum menerima surat pengaduan dari para pedagang Pasar Prajuritkulon, Kota Mojokerto. “Belum, kita belum terima,” ungkapnya, Senin (20/02/2012) tadi siang.

Masih kata Sonny, Komisi II belum menerima surat pengaduan tersebut namun pihaknya belum bisa memastikan apakah surat tersebut sudah dikirim dan saat ini masih berada di meja pimpinan. Menurutnya jika sudah di meja Komisi maka pihaknya akan segera sikapi. “Tidak tahu kalau surat yang dilayangkan para pedagang tersebut sudah ada di meja pimpinan, tapi jika surat itu sudah di meja kita tentu akan kami sikapi. Apakah itu melalui dengar pendapat atau melalui langkah lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mojokerto, Bambang Joni Yulianto hingga saat ini belum bisa dihubungi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here