Mimpi Aneh, Janda Empat Kali Cerai, Tangan Muncul Trisula

0
339

Mojokerto – Otot telapak tangan Eni Indrawati (28) warga Dusun Dhauwan, Desa Tunggul, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto tiba-tiba membentuk gambar trisula. Gambar tersebut muncul sekitar sebulan lalu setelah ia mimpi aneh.

Janda cerai empat kali ini menuturkan, jika akhir bulan Januari lalu ia bermimpi didatangi sesosok perempuan tua yang wajahnya mirip neneknya. Dalam mimpinya, nenek tersebut mengatakan jika ditangannya ada tanda yang bisa membuat untuk menyembukan orang. “Setelah mimpi itu, otok telapak tangan sebelah kanan saya kok membentuk gambar yang menyerupai gambar tombak dengan tiga mata seperti trisula. Saya baru sadar jika sebelumnya mimpi ketemu seperti nenek saya yang mengatakan saya akan memiliki tanda di tangan yang bisa untuk menyembuhkan orang,” ungkapnya, Selasa (28/02/2012) tadi sore.

Setelah mimpi tersebut, hampir tiap hari ibu dari Sabrina Malidina (6) juga sering didatangi sesosok laki-laki yang memakai pakaian ala kraton lengkap dengan mahkota di kepalanya. Dalam mimpinya, laki-laki tersebut mengatakan jika rumahnya akan banyak didatangi orang untuk minta bantuan penyembuhan.

“Dia setiap datang ke mimpi saya selalu memakai pakaian kraton dan mahkota di atas kepalanya. Dia bilang kalau rumah saya akan banyak orang untuk minta disembuhkan, itu karena selama ini katanya hidup saya susah. Kedepan saya akan hidup senang, memang benar saya janda. Apalagi janda empat kali, selalu jadi omongan orang,” tuturnya.

Eni menikah dengan suami pertamanya tahun 2002 warga Kecamatan Dlanggu namun baru 1,2 tahun bercerai 1,2. Dua bulan berselang, ia kembali menikah dengan duda warga Kecamatan Kutorejo. Dengan suami keduannya, mereka dikarunia satu anak, Sabrina Maulidia (6) namun empat tahun berumah tangga mereka pun bercerai.

“Dia selingkuh dengan mantan istrinya dan meninggalkan saya karena rujuk dengan mantan istrinya itu. Satu minggu kemudian, saya menikah dengan jejaka asal Kecamatan Mojosari dan hanya berumur minggu dan yang terakhir dengan jejaka warga Jombang namun lagu-lagi saya harus cerai,” katanya.

“Satu bulan ini, sudah ada 18 orang pasien yang saya tanggani. Mereka dari sekitar sini, yang jauh ada juga dari Nganjuk. Yang banyak minta diberi kesembuhan dan didekatkan jodoh, saya menggunakan air putih untuk obatnya tapi saya lebih dulu melihat wajah orang itu untuk mengetahui keluhannya,” katanya.

Namun, masih kata Eni, tidak semua pasiennya diberi minum air putih. Hal itu dilihat dari keluhan pasien. Jika sakit maka, air putih tersebut dioleskan ke bagian yang sakit. Jika minta jodoh maka akan dibawahkan air putih tersebut untuk diminum dan dibuat mandi pasien.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here