Pendapatan Migas Diperkirakan Naik Jadi US$32,14 M

0
80

Jakarta – Badan Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) memperkirakan pendapatan negara dari sektor minyak dan gas bumi (migas) dalam RAPBN-P 2012 akan naik menjadi US$32,14 miliar dari angka sebelumnya yang sebesar US$30,08 miliar.Kenaikan pendapatan itu didorong oleh naiknya harga minyak dunia yang juga mendorong kenaikan harga ICP (Indonesia Crude Price). Demikian disampaikan Kepala BP Migas, R Priono pada rapat kerja dengan Komisi VII DPR terkait asumsi makro RAPBN-P 2012 sub sektor minyak dan gas bumi di Gedung DPR, Jakarta Selasa (13/3/2012). “Kenaikan harga US$1 per barel dari ICP kita, akan berpengaruh terhadap pendapatan pemerintah sebesar US$324 juta, begitu pun kalau turun. Sedangkan perubahan produksi migas per 10.000 barel oil per day (BPOD), akan berpengaruh terhadap penerimaan pemerintah sebesar US$203 juta,” beber Priono.

Menurut Priono, meskipun dalam asumsi RAPBN-P 2012 pemerintah mengajukan penurunan lifting minyak menjadi sebesar 930.000 BOPD dari target sebesar 950.000 BOPD dalam APBN 2012. “Penerimaan negara akan terus naik, seiring dengan naiknya asumsi ICP yang diusulkan sebesar US$105 per barel. Oleh karena itu dalam prognosa itu revisi RAPBN-P 2012 tersebut penerimaan negara kita perkirakan naik menjadi US$32,14 miliar dari angka sebelumnya US$30,08 milar,” ujar Wacik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here