68 Persen Kondisi Sungai Brantas Rusak

0
78

Mojokerto  – Sebanyak 68 persen kondisi Sungai Brantas mulai Canggar hingga Surabaya mengalami kerusakan. Pemda setempat dinilai Kapal Jawa Timur telah lalai mengembalikan kondisi Sungai Brantas dari eksploitasi tangan jahil manusia.

Ketua Kapal Jawa Timur, Suparto Wijoyo mengadakan, kerusakan tersebut sudah masuk taraf kerusakan ekosistem yang sistematik. “Agenda hari ini adalah sebagai bentuk awal peduli bersama terhadap kondisi Sungai Brantas,” ungkapnya Kamis (22/03/2012) tadi siang.

Pasalnya, akhir April nanti, masih lanjut salah satu dosen Universitas Airlangga Surabaya, Kapal Jatim akan melakukan ekspedisi ke Sungai Brantas dengan melibatkan 40 ribu pengabdi lingkungan seluruh Jatim. Mereka akan menggambil seluruh sampah yang merusak serta mencemari Sungai Brantas.

“Sampah-sampah itu akan dikumpulkan dan dipilah, sampah plastik akan dikirim ke Madiun untuk diolah menjadi premium Kapal jatim mampu menggelola premium sendiri, sedang untuk sampah organik akan kita kirim ke Talang Agung, Malang untuk diolah menjadi biogas. Harapannya Sungai Brantas bersih karena diatasi bersama,” ujarnya.

Menurutnya, semua manusia membutuhkan air, baik manusia dan makhluk hidup. Seperti tamanan padi, kebanyakan air akan mengalamu puso dan jika kekurangan air tanaman tersebuy tidak akan subur. Rusaknya ekosistem yang ada di Sungai Brantas merupakan kepedulian bersama.

“Pemkab, pemkot yang ada kurang peduli terhadap kondisi Sungai Brantas seharusnya semua harus peduli dengan kondisi Sungai Brantas. Apalagi, pangan nasional dari Jawa Timur, tamanam itu sendiri membutuhkan air dan aliran Sungai Brantas melintasi tujuh kabupaten, kota di Jawa Timur,” terangnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here