Suminto Merengek Minta Dilepas

0
320

Suminto Adi, satu di antara tiga tersangka kasus penyalahgunaan Kas Daerah (Kasda) Pemkab Mojokerto merengek minta dilepaskan dari jeruji besi Rutan Klas I Medaeng,Rabu (28/3/2012).
Melalui kuasa hukumnya, Suminto mengajukan penangguhan penahanan pada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur Palty Simanjutak. “Tadi surat penangguhan penahanan kami sampaikan ke penyidik (Pidsus Kejati),” kata Eddo Bambang Prasetyo, salah satu tim penasehat hukum Suminto.

Alasan Suminto mengajukan penangguhan penahanan karena Suminto memiliki riwayat penyakit strok dan hipertensi. “Selain itu beliaunya memiliki tanggungan keluarga,” tandasnya.

Disinggung soal aksi mangkir dan buronnya Suminto setelah dipanggil penyidik hingga tiga kali sehingga kejaksaan berkeputusan menahannya, Eddo mengatakan kliennya sebenarnya tidak buron atau menghilang. “Dia tidak menghilang. Suminto meminta penundaan waktu pemeriksaan kepada penyidik. Dia ingin mengumpulkan bukti dulu untuk diberikan kepada penyidik kalau dirinya tidak terlibat,” elaknya.

Kepada wartawan Eddo juga membeberkan kembali keterlibatan dua pejabat lain dalam kasus tersebut, yakni Muhammad dan Kusiyanto. Saat dugaan korupsi terjadi, Muhammad menjabat sebagai Kepala Kasda Pemkab Mojokerto, sementara Kusiyanto menjabat Kabag Keuangan. “Saat ini Muhammad menjadi asisten ahli bupati. Sementara Kusiyanto menjabat Kepala Kasda sekarang,” bebernya.

Versi Suminto, Muhammad seharusnya dilibatkan dalam kasus ini karena dialah yang mengeluarkan cek dan catatan pengeluaran keuangan Kasda. “Dari mana Suminto bisa mengeluarkan rekening koran kalau tidak ada catatan dari Kasda,” papar Eddo. Dia menegaskan saat diminta mengeluarkan rekening koran, Suminto tidak mengetahui kalau itu akal bulus Achmady untuk mengelabui BPK. “Dia juga melakukan itu di bawah tekanan,” kilahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bersama Achmady dan Suwandi (keduanya mantan Bupati Mojokerto), Suminto turut ditetapkan tersangka dugaan korupsi penyelewengan Kasda sebesar Rp. 40 miliar. Dia diduga membantu pencairan dana non-prosedural Kasda Rp. 35 miliar oleh Achmady. Saat itu, Suminto menjabat Kasi Pelayanan Nasabah Bank Jatim setempat. Perannya membuatkan koran rekening palsu untuk mengelabui Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Achmady dan Suwandi langsung ditahan Kejati dan dijebloskan ke Rutan Medaeng usai diperiksa sebagai tersangka beberapa pekan lalu. Sementara Suminto ditahan pekan lalu setelah sempat mangkir hingga tiga kali panggilan pemeriksaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here