Bu Kades Tanjungan Bina Ibu-ibu PKK Buat Kerajinan Clay

0
81

Mojokerto  – Biasanya yang menjadi pemimpin adalah seorang laki-laki, namun berbeda dengan Kepala Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Desa Tanjungan yang terletak di Utara Sungai Brantas ini dipimpin oleh perempuan.

Suparlik menjadi pemimpin di Desa yang dikenal dengan potensi wisata Waduk Tanjungan. Selain menjadi kepala desa, ia juga aktif membina ibu-ibu tim pengerak PPK dan remaja Karang Taruna yang ada di desanya. Mereka diajarkan untuk membuat kerajinan Clay sejak tahun 2009 lalu.

Hasil kerajinan yang tersebut dari bahan tepung beras, tepung maizena, bensoat dan lem sebagai perekat ini, dibuat berbagai jenis kerajinan tangan seperti gantungan kunci, tempat pensil, bros, jepit dan pigura. Hasil kerajinan tersebut dijual mulai harga Rp1.500 sampai dengan Rp20 ribu.

“Pembuatannya dilakukan secara berkelompok maupun perorangan, bisa dikerjakan di balai desa atau dibawah pulang ke rumah. Hasil kerajinan kita jual melalui pameran baik di Mojokerto maupun di luar wilayah Mojokerto. Jika ada pesanan banyak maka kita buat bersama-sama tapi jika tidak ada, kita hanya menitipkan hasil kerajinan ke koperasi,” ungkapnya, Rabu (18/04/2012) tadi siang.

Menurutnya, pembuatan kerajinan clay sangat mudah. Selain semua bahan mudah dicari juga mudah membuatnya dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Semua bahan dicampur kemudian dibentuk sesuai keinginan dan diberi warna. Kemudian hasilnya dikeringkan dengan cara diangin-angin selama dua jam.

“Setelah kering, kemudian dipernis agar hasilnya bagus dan terhindar dari jamur. Satu jenis hasil kerajinan tidak membutuhkan waktu hingga satu hari cukup beberapa jam saja, hanya menunggu kering saja yang lama. Untuk jenis dan bentuk, dari kreasi kita sendiri. Biasanya kita cari dari gambar-gambar yang ada di sekitar,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here