Dicabuli, Hamil, dan Tak Boleh Unas

0
241

Mojokerto  – Dua orang siswi SMP asal Kabupaten Mojokerto dilarang mengikuti Ujian Nasional (Unas) pada 23 April, Senin depan lantaran keduanya hamil. Masing-masing, Vit siswi SMP Negeri II Dlanggu dan Res siswi Mts Thoriqul Ulum Pacet.
Vit, siswi warga Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto saat ini hamil tujuh bulan. Vit merupakan korban pencabulan yang dilakukan oleh Pon (45) warga Desa kintelan, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Salah satu kerabat korban, Gunawi mengatakan, ada surat yang diterima yang menyebutkan jika korban dilarang ikut Unas. ”Dia sangat antusias untuk mengikuti Unas tapi ada surat larangan mengikuti Unas, padahal dia korban pencabulan seharusnya ada dispensasi yang diberikan, ” ungkapnya, Kamis (19/04/2012).

Res sendiri, saat ini hamil empat bulan. Kehamilan korban diduga karena aksi bejat Su (34) warga Desa Kaligoro, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Aksi pelaku yang kasusnya saat ini ditanggani Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto dilakukan saat Res hendak berangkat sekolah.

Pelaku yang datang, merayu korban sehingga terjadi aksi pencabulan di dalam rumah milik korban. Sementara saat aksi bejat pelaku terjadi, kedua orang tua korban sedang bekerja sebagai buruh tani sehingga aksi bejat pelaku tak diketahui kedua orang tuanya.

Res yang tinggal di Dusun Sumberan, Desa Sajen, Kecamatan Pacet ini dikeluarkan dari sekolah setelah pihak sekolah mengetahui jika korban hamil pada 28 Februari lalu. Anak pasangan Hardiyanto dan Satupa ini terpaksa berhenti sekolah sejak surat yang ditandatangi Kepala Sekolah, Murjoko diterima.

Dalam surat tersebut dijelaskan, korban telah melanggar tata tertib dan etika seperti yang tertuang dalam pasal D15 yang berbunyi, jika siswi hamil akan dikenai sanksi dikeluarkan dari sekolah. ”Sebenarnya saya ingin mendapatkan ijazah tapi karena dikeluarkan sehingga saya tidak bisa ikut Unas,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here