Terlibat Kasus, DPRD Mojokerto Belum Jatuhkan Sanksi

0
230

Mojokerto – Terkait dua anggotanya terlibat kasus, DPRD Kabupaten Mojokerto belum jatuhkan sanksi. Pasalnya, DPRD Kabupaten Mojokerto masih menunggu hasil akhir keputusan hukum keduanya.

Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Setia Puji Lestari mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu hasil putusan akhir hukum keduanya. ”Dalam tatib, aturannya memang seperti itu. Kita masih menunggu putusan dari kasus RM Boedhi maupun Suminto Adi,” ungkapnya, Kamis (17/05/2012) tadi siang.

Masih kata politisi FPDI-P ini, dewan hanya menunggu keputusan akhir dari proses hukum kecuali dari masing-masing partai mengajukan. Namun masih kata mantan istri Wakil Bupati Mojokerto ini, keduanya sudah mengirimkan surat izin untuk tidak bisa mengikuti setiap kegiatan yang diadakan DPRD Kabupaten Mojokerto.

”Keduanya sudah mengajukan izin, kecuali jika tidak ada izin karena dalam tatib juga dijelaskan. Jika beberapa kali kegiatan seperti rapat paripurna tanpa keterangan tapi mereka mengajukan izin. Untuk haknya masih diterima seperti gaji pokok namun untuk tunjangan, beberapa tidak bisa diterimakan karena yang bersangkutan memang tidak ikut dalam kegiatan tersebut,” jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Mojokerto, Asmunir. Saat ini BK masih menunggu proes hukum di lebaga hukum yang menanggani keduannya. ”Kalau nanti kasusnya sudah P21 atau sudah diproses di Kejaksanaa, BK baru bisa mengambil langkah,” jelasnya.

Asmunir menambahkan pihaknya belum bisa menjelaskan sangsi yang akan diberikan terkait kasus yang dialami keduanya. Karena acuannya hanya ada dalam tata tertib (tatib) DPRD saja yakni, jika enam kali berturut-turut tidak ikut dalam rapat paripurna atau tiga bulan tidak masuk tanpa keterangan baru akan diberikan sangsi teguran.

Seperti diberitakan sebelumnya, Suminto Adi ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur pada 22 Maret 2012 lalu karena terlibat kasus dugaan korupsi dana Kasda sebesar Rp40 miliar. Sementara RM Boedhi, ditahan Polres Malang pada 26 April 2012 lalu dalam kasus dugaan penggunaan surat palsu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here