APRM Peringati 14 tahun Jatuhnya Rezim Soeharto

0
244

Mojokerto  – Jatuhnya rezim Soeharto pada 21 Mei 1998 lalu, diperingati di Mojokerto. Puluhan aktivis dari BEM tehnik dan ekonomi UNIM, KOPRI cabang Mojokerto, PPBI, perempuan Mahardika yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Rakyat Mojokerto (APRM) menggelar aksi unjuk rasa peringatan reformasi.

Dengan menggendai kendaraan roda dua dan spanduk bertulisan tuntutan, puluhan aktivis APRM menuju depan kantor Pemkot Mojokerto. Perwakilan massa langsung menggelar orasi, puas menyampaikan tuntutan massa langsung menuju ke Pemkab Mojokerto.

Koordinasi, Aliph Wahdhana mengatakan, aksi tersebut untuk menuntut agar kasus pelanggaran HAM segera diselesaikan. “Diantaranya kasus Marsinah, menolak perda yang mendiskriminasikan perempuan dan RUU PT. Dump,” ungkapnya, Senin (21/05/2012) tadi siang.

Tak hanya itu, APRM juga menuntut untuk menghapus segala macam bentuk RUU/UU Anti Demokrasi (UU Intelejen, RUU Kamnas, RUU Penanganan Konflik Sosial, RUU Pendidikan Tinggi, Permendagri No 33 Pembentukan Ormas, Protap Polri-TNI dan lain-lain).

Hapus Perda-perda Syariah yang mendiskriminasikan perempyan, tumbangkan SBY-Boediono merupakan rezim kapitalis-militeristik yang anti demokrasi serta bangun pemerintah kerakyatan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here