Warga Kedaton Masih Pro-Kontra Restorasi Kerajaan Majapahit

0
264

Mojokerto – Restorasi kerajaan Majapahit nantinya akan dinamakan Taman Majapahit dan pengembangan pembangunannya mencakup kawasan Museum, Candi Kedaton, Candi Brahu, Candi Bajang Ratu, Candi Wringin Lawang dan Candi Tikus.
Restorasi tersebut ternyata menimbulkan pro kontrak di masyarakat. Rumah mereka yang masuk area pengembangan pembangunan Taman Majapahit, tak selamanya disetujui para pemilik rumah. Meski banyak diantara mereka juga setuju dan siap pindah dari rumah yang rata-rata telah ditempati berpuluh-puluh tahun demi tercapainya tujuan pembangunan tersebut.

Salah satu warga di sekitar lokasi Candi Kedaton di Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Aliyah (30) mengatakan, kabar tersebut telah diketahui warga sekitar lokasi candi. ”Kita sudah diberitahu sekita setahun yang lalu,” ungkapnya, Jum’at (18/05/2012) tadi siang.

Masih kata Aliyah, pemberitahuan tersebut disampaikan oleh Balai Penyelamatan Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Timur di Trowulan. Meski diakuinya, masyarakat yang masuk area tidak diberitahu secara resmi dengan dikumpulkan namun mereka sudah mendengar jika rumah mereka masuk area perluasan pembangunan Candi Kedaton. ”Katanya bertahap tapi sampai sekarang belum ada pemberitahuan selanjutnya, apalagi soal harga tanah yang akan ditawarkan belum sampai kesitu. Tapi warga sudah tahu kalau rumah kita masuk area tersebut kalau memang benar begitu kita setuju-setuju saja asalkan harga yang ditawarkan sesuai maka akan diserahkan rumah kami,” katanya.

Namun ia mengaku hanya sebatas tahu jika rumahnya masuk area perluasan karena memang posisi rumah tepat di sisi kiri jalan dekat pintu masuk Candi Kedaton. Masih kata Aliyah, ia tidak mengetahui sejauh mana pelebaran luas area yang akan dilakukan pembangunan karena detail penjelasan dari BP3 Jatim belum disampaikan secara langsung.

Hal yang sama diakui warga lainnya, Kanabi (70). Ia mengaku sudah dikasih tahu pihak BP3 Jatim terkait perluasan pembangunan Candi Kedaton. ”Warga sudah banyak yang tahu karena sudah dikasih tahu dari BP3, tapi soal harga belum dikasihkan. Warga sini setuju saja, kalau harga yang diberikan sesuai dan bisa dibuat untuk membeli rumah lagi maka akan kami berikan,” urainya.

Masih kata Kanabi, dari sekilas penjelasan yang diberikan BP3 Jatim ada sekitar 13 rumah di bagian sisi kiri jalan akan masuk area pemgembangan pembangunan Candi Kedaton. Namun rumah di sisi kanan jalan tidak masuk area pengembangan pembangunan dan jalan menuju Candi Segi Enam rumah yang berada di sisi kanan jalan yang masuk area pengembangan.

Berbeda tanggapan masyarakat di sekitar lokasi Candi Kedaton yang menerima jika memang rumah mereka masuk area pembangunan. Hal berbeda dilontarkan, Khusnul (25) warg Dusun Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto yang rumahnya tepat berada di depan Candi Bajang Ratu. Ia tidak setuju meski pihak BP3 Jatim membelinya dengan harga mahal.

”Secara langsung kita belum dengar karena kabar ini hanya sebatas warga mendengar saja, BP3 belum menjelaskan ke warga jika rumah kami masuk area pengembangan. Tapi yang saya dengar, pengembangan dilakukan di sisi kanan kiri bukan depan. Rata-rata warga disini tidak setuju juga kami harus pindah hanya karena ingin mengembangkan area candi,” tuturnya.

Pasalnya, lanjut Khusnul, tempat tinggalnya yang mereka tempati bersama keluarga selain untuk tempat tinggal juga digunakan untuk toko. Sehingga pendapatan keluarganya tergantung pada toko yang ada di depan rumahnya tersebut, ia khawatir jika rumah dan tokonya dibeli, uang hasil penjualan tersebut tidak cukup untuk membeli rumah lagi.

”Rumah saya tidak hanya sekedar rumah karena saya mengantungkan pendapatan keluarga saya dari toko ini, kalau harus pindah meski dibayar mahal saya khawatir tidak bisa mendapatkan rumah dan bisa mendirikan toko seperti ini. Sepertinya, warga disini juga kurang setuju tapi saya pribadi sangat tidak setuju,” terangnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here