Aneh, Kota Mojokerto Tak Miliki BPBD

0
125

Mojokerto  – Kota Mojokerto hingga kini belum mempunyai Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD), meski kota dengan dua kecamatan tersebut masuk daerah rawan banjir. Padahal Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menghimbau agar setiap daerah membentuk BPBD.
Meski secara geografis tidak berada di pengunungan atau laut, Kota Mojokerto dilewati sungai besar yakni Brantas. Selain itu, cuaca buruk kerap kali menyambangi kota berjuluk Onde-onde ini, bahkan banjir bandang tahun 2004 menenggelamkan separuh kota.

Kabag Organisasi dan Tata Laksana, Sekretariat Kota Mojokerto, Bambang Sutrisno mengakui jika banyak daerah yang belum mempunyai BPBD yang dibentuk masing-masing kepala daerah. “Meski perannya sangat dibutuhkan sewaktu-waktu, Kota Mojokerto meski sering terjadi banjir namun cukup aman,” ungkapnya, Senin (28/05/2012) tadi sore.

Pertimbangan lain, masih kata Bambang, untuk membentuk suatu badan harus dipertimbangkan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Menurutnya, Kota Mojokerto belum memerlukan BPBD karena selama ini sudah tercover di Kesatuan Bangsa Politik Perlindungan dan Masyarakat (Kesbangpolinmas).

Lanjut Bambang, Permendagri No 46 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana tersebut hanya sebatas himbauan saja, daerah yang tidak masuk peta bencana nasional memang belum perlu membentuk BPBD. Menurutnya, Kesbangpolinmas yang selama ini berperan dalam menanggani bencana di Kota Mojokerto harus tetap mengoptimalkan tupoksinya.

“Kesbangpolinmas harus lebih mengoptimalkan tupoksinya untuk mengevaluasi serta kemungkinan jika terjadi bencana. Ini sesuai himbauan dari Mendagri, dalam hal ini perlu kesadaran bersama, juga harus ada kerja sama antara pemerintah, masyarakat dan swasta,” lanjutnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here