Ajukan Jampersal, Korban Pemerkosaan Diping-pong

0
173

Mojokerto  – Jaminan Persalinan Gratis (Jampersal) di Kota Mojokerto ternyata masih diskriminasi. Buktinya, korban pemerkosaan, Bunga (bukan nama sebenarnya, red) tak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat tersebut.

Padahal, gadis (15) warga Kelurahan Meri, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto notabenenya kurang mampu dan benar-benar membutuhkan bantuan tersebut. Bahkan korban yang hamil di luar nikah lantaran diperkosa lelaki hidung belang ini diping-pong pihak Puskesmas Blooto dan Kelurahan Meri.

Korban yang hamil delapan bulan mengaku seminggu lalu mendatangi pihak puskesmas namun korban justru dimintai surat nikah dan surat keterangan domisili dari kelurahan korban tinggal. Jika korban tidak bisa menunjukkan maka bantuan Jampersal tidak akan diberikan kepada korban.

Padahal, korban sudah menjelaskan sebagai korban pemerkosaan. Korban hanya bisa memberikan Kartu Keluarga (KK) milik orang tuanya yang masih tercantum namanya. Korban pun mendatangi pihak kelurahan untuk meminta surat domisili namun justru mendapat cemoohan terkait statusnya. “Mendapat perlakuan tersebut, korban pun mendatangi kami. Jampersal adalah program untuk menyelamatan ibu dan bayi saat proses persalinan tanpa membedakan status pasien. Puskesmas dan kelurahan tidak boleh seperti ini,” ungkap, anggota Komisi III, DPRD Kota Mojokerto, Rabu (30/05/2012) tadi sore.

Politisi Partai Golkar menyayangkan sikap kedua instansi tersebut. Menurutnya, kejadian serupa tidak boleh terulang lagi karena program tersebut. Pihaknya berjanji akan mengawal kasus tersebut agar korban memperoleh haknya untuk mendapatkan program Jampersal tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here