Kota Mojokerto GAGAL mendapatkan adipura

0
252

Mojokerto  – Untuk kali kedua, Kota Mojokerto gagal meraih piala Adipura. Kegagalan Pemkot Mojokerto mempertahankan piala yang identik dengan kebersihan dan keindahan penataan kota ini yang sempat mampir di tahun 2008 dan 2009 mendapat sorotan kalangan dewan setempat.
Anggota DPRD Kota Mojokerto, Deny Noviyanto menilai, Pemkot Mojokerto kurang serius memperhatikan kebersihan kota yang hanya memiliki luas wilayah 16.046 m2 dengan dua kecamatan dan 18 kelurahan saja. ”Sungguh sangat ironis dengan wilayah yang sempit seharusnya bisa dengan mudah menanganinya,” ungkapnya, Selasa (05/06/2012) tadi malam.

Ketua Komisi I Bidang Pemerintahan dan Lingkungan ini menuding, pemkot tidak bisa mempertahankan apalagi melakukan inovasi baru demi keindahan dan kebersihan Kota Mojokerto. Menurutnya, piala Adipura bukan hanya lambang kebersihan namun sebagai wujud apreasisai bagi petugas kebersihan.

”Jika mendapatkan, ini sebagai kado Kota Mojokerto. Masak kalah sama Kabupaten Mojokerto yang wilayah, kecamatan maupun desanya lebih luas dari Kota Mojokerto justru mendapatkan piala ini. Memang Kota Mojokerto dapat dikategorikan minus, pengolahan sampah di TPA Radegan yang seharusnya bisa dimanfaatkan malah dibakar,” tegasnya.

Politisi dari Fraksi Partai Demokrat (PD) ini mendesak Pemkot Mojokerto untuk memikirkan langkah strategi agar bisa mendapatkan piala Adipura pada 2013 mendatang. Kegagalan dua kali ini harus menjadi evaluasi dan bisa ditindaklanjuti agar memdapatkan piala Adipura kembali.

Sementara itu, Kota kecil Mojosari, Kabupaten Mojokerto mendapatkan piala Adipura kali keempat secara berturut-turut. Mojosari mendapatkan piala Adipura dengan kategori ketiga yakni kota metropolitan, kota sedang dan kota kecil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here