Kejari Mojokerto Beralasan Lambat Karena Minim Personil

0
254

Mojokerto  – Lambatnya penangganan kasus dugaan penyelahgunaan dana Pengembangan Usaha Arobisnis Pedesaan di Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto diakui Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto. Pasalnya, anggota tim Kejari Mojokerto yang menanggani kasus tersebut hanya tiga orang.
Kasi Intel Kejari Mojokerto, Moh Iryan mengatakan, kasus tersebut diterima Kejari Mojokerto pada bulan Februari lalu. “Kasi Pidsus sendiri sedang menjalani pendidikan, ditambah lagi jumlah anggota yang hanya tiga orang memang membuat kasus ini terkesan lamban,” ungkapnya, Rabu (13/06/2012) tadi sore.

Namun masih kata Iryan, bukan berarti kasus tersebut berhenti di tengah jalan. Meski kasus yang ditanggani Kejari Mojokerto banyak dan terbatas personilnya namun kasus tersebut masih terus diproses dan saat ini sudah sampai di tahap penyelidikan. Untuk menentukan tersangka seperti tuntutan warga, dibutuhkan waktu.

“Kasus ini sendiri sudah berjalan dan sudah ditanggani yakni memasuki tahap penyelidikan, meski personil terbatas namun tetap ditanggani. Kita tidak berani menjanjikan kapan selesai karena masing-masing bidang mempunyai Standart Operasional Prosedur sehingga membutuhkan waktu dalam prosesnya tapi kita berharap kasus ini dapat selesai pada waktunya,” jelasnya.

Iryan menjelaskan, jika dana bantuan yang berpusat dari Menteri Pertanian ini diterima untuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sejak tahun 2008 namun di Desa Sambilawang terjadi penyalahgunaan pada tahun 2009 dengan nilai bantuan sebesar Rp100 juta. Sebesar Rp40 juta disinyalir digunakan untuk dana bancaan perangkat desa.

“Perangkat desa itu juga merangkap sebagai pengurus gapoktan di desa tersebut, disini terjadi penyalahgunaan wewenang yang tidak sesuai prosedur. Uang tersebut dibagi untuk pengurus tapi satu hari kita lakukan penyelidikan, ada yang langsung mengembalikan namun proses pengembalian tersebut tidak semudah itu,” jelasnya.

Masih kata Iryan, dengan kata lain jika pihak Kejari tidak melakukan penyelidikan maka uang tersebut tidak akan dikembalikan padahal kasus tersebut sudah sejak tahun 2009 lalu. Dari dana yang seharusnya diterima petani melalui gapoktan, sebanyak Rp60 juta sisa dari uang yang diduga disalahkan gunakan pengurus sudah ada di rekening gapoktan.

Sebelumnya, ratusan warga dari lima dusun di Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto, Rabu (13/06/2012). Mereka menuntut kejelasan perkembangan kasus penyelidikan penyalagunaan dana Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaan (PUAP) senilai Rp100 juta lebih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here