DPRD Kota Mojokerto Tolak Pasar Tanjung Anyar Dipindah

0
165

Mojokerto – Keinginan Pemkot Mojokerto untuk memindahkan Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto ke wilayah Balongsari pupus sudah. Ini setelah peraturan daerah (perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) didok dalam sidang paripurna di gedung DPRD Kota Mojokerto.
Juru bicara tim pembahasan RTRW, DPRD Kota Mojokerto, Ahmad Rusyad Manfaluti mengatakan, dalam perda RTRW dewan memerintahkan untuk dilakukan revitalisasi. “Tidak ada pemindahan, yang ada revitalisasi,” ungkapnya, Senin (18/06/2012) tadi sore.

Masih kata politisi PKB, rencananya pasar tradisional yang ada di tengah kota tersebut akan seperti Pasar Besar Malang dengan mengoptimalkan lahan yang ada. Padahal sebelumnya, Pemkot Mojokerto berencana akan memindah pasar tersebut ke Jalan Semeru. “Ada tiga ruang yang menjadi alasan untuk revitalisasi yakni struktur ruang menyangkut penempatan, pola ruang kawasan budidaya dan lindung (dampak) serta kawasan strategis. Untuk pencemaran lingkungan, pemkot harus punya kesiapan terkait ketegasan tentang limbah,” katanya.

Keinginan Pemkot Mojokerto tersebut tertuang dalam rencangan peraturan daerah (raperda) RTRW yang diajukan dalam sidang paripurna perda RTRW. Dimana dalam pasal 39 disebutkan tentang tugar guling Pasar Tanjung Anyar tersebut.

“Perda RTRW sudah didok jadi ini sudah final, direvitalisasi bukan ditukar guling. Dengan revitalisasi ini, akan dilakukan pembangunan fisik secara ulang dan kemungkinan pembangunannnya dilakukan tahun depan tapi karena ada pilwali sehingga bisa jadi ditunda setelah pelaksanaan pilwali,” jelasnya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Mojokerto, Saiful Arsyad menambahkan, selama revitalisasi berlangsung, para pedang bisa pindah sementara. “Para pedagang yang ada bisa menempati lokasi di lapangan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon. Jika sudah selesai pembangunannya, mereka bisa kembali ke lokasi semula,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here