Kuota Siswa Miskin RSBI Rawan Manipulasi Data

0
229

Mojokerto –DPRD Kota Mojokerto menilai kuota siswa miskin dalam regulasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) rawan manipulasi data. Untuk mengantisipasi hal tersebut, dewan akan mengawal ketat kuota siswa miskin SMA RSBI.
Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto, Yunus Suprayitno mengatakan, sejauh ini tidak ada parameter miskin yang dijadikan dasar kuota kecuali hanya surat keterangan dari kelurahan atau desa calon siswa. “Kuota siswa miskin dalam PPDB untuk tingkat SMA RSBI ditetapkan sebesar 20 persen,” ungkapnya, Senin (18/06/2012) tadi pagi.

Ketentuan dari pusat ini, masih kata Yunus menjadi rawan karena agar memenuhi kuota tersebut, sekolah yang bersangkutan akhirnya menerapkan aturan longgar. Yakni dengan pembuktian siswa dari keluarga miskin yang ditunjukkan melalui surat dari kelurahan atau desa berupa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Di Kota Mojokerto, RSBI tingkat SMA hanya SMAN 2. Tahun ini, sekolah tersebut menerima 288 siswa yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar (rombel). Setiap rombel sebanyak 32 siswa, hingga pengumuman PPDB, sekolah Adiwiyata ini baru menjaring 279 siswa.

“Jumlah tersebut belum memenuhi kuota PPDB, tapi jangan dipaksakan dengan memasukkan kuota siswa miskin di luar ketentuan normatif. Apalagi diselewengkan hingga terjadi manipulasi data, untuk itu kita sebagai wakil rakyat akan mengawal kuota siswa miskin dalam PPDB RSBI di Kota Mojokerto,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here