Buruh Demo BNI Cabang Mojokerto

0
265

Mojokerto  – Aksi aktivis dari Persatuan Pergerakan Buruh Indonesia (PPBI) dilanjutkan ke BNI Cabang Mojokerto Jalan Mojopahit, Kota Mojokerto. Massa meminta agar pihak bank memberikan jaminan agar PT Karya Kompos Bagas (KKB) segera memberikan pesangon kepada 47 karyawannya.
Koordinator aksi, Hari Cahyono mengatakan, BNI dari awal sudah salah memberikan kredit. “Perusahaan mempunyai uang sebesar Rp 56 miliar, sementara aset perusahaan jika dijual tidak sampai Rp 40 miliar,” ungkapnya, Kamis (21/06/2012) tadi siang.

Namun saat perusahaan dinyatakan pailit dan tidak bisa bayar utang kepada pihak bank termasuk hak buruh, aset perusahaan diambil pihak BNI. Hari menjelaskan, jika aksi tanggal 1 Mei lalu sudah dilakukan mediasi di BNI kantor wilayah Surabaya dan hasilnya jika tidak ada balasan dari pihak bank maka buruh boleh melakukan aksi apapun.

“BNI mempunyai hukum krediktir sparatis yakni bisa menjual aset secara langsung, padahal perusahaan masih memiliki tanggungan belum memberikan pesangon kepada 37 karyawan. Hingga saat ini tidak ada penjelasan apapun dari pihak perusahaan dan dari awal bank sudah salah mencairkan kredit,” ujarnya.

Masih kata Hari, setelah perwakilan aksi melakukan peremuan dengan pihak BNI Cabang Mojokerto, mereka menjanjikan mempertemukan dengan pihak kurator dan BNI Kanwil Surabaya pada pertengah bulan nanti, kita berharap pihak perusahaan bisa segera memberikan pesangon bagi ke-37 karyawan tersebut,” harapnya.

Meski hanya puluhan aktivis yang menggelar aksi di depan BNI Cabang Mojokerto, arus lalu lintas di Jalan Mojopahit ditutup untuj kendaraan roda empat. Usai aksi selesai, petugas dari Polres Mojokerto Kota kembali membuka jalur satu arah dari Kota Mojokerto tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here