PG Gempolkrep Timbang Tebu Petani

0
260

Mojokerto – Meski status belum ada kepastian, PG Gempolkrep Gedeg mengabulkan tuntutan para petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) untuk giling kembali. APTR sendiri cukup lega karena truk tebu yang sebelumnya diparkir sepanjang Jalan Raya Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto sudah proses timbang di PG Gempolkrep.
Ketua Umun APTR, Mardianto mengatakan, pihaknya masih menunggu surat balasan dari propinsi. “Kemarin kita ikut ke Surabaya, prosesnya cukup lama sehingga belum tahu keputusan dari BLH tapi sudah ada jaminan dari PG untuk petani, itu sudah cukup,” ungkapnya, Kamis (21/06/2012) tadi pagi.

Masih kata Mardianto, pihak PG Gempolkrep sudah melakukan penimbangan truk tebu milik petani yang Rabu (20/06/2012) kemarin diparkir di depan pabrik. Sementara untuk truk tebu yang tidak bisa dilakukan penimbangan, dialihkan ke PG lain untuk dilakukan pengilingan dengan jaminan dari PG Gempolkrep.

“Truk tebu yang kemarin diparkir di depan pabrik sampai tadi malam sudah proses timbang, masalah digiling tidaknya oleh pabrik itu bukan risiko lagi karena jika sudah ditimbang maka sudah diketahui bobot dan harganya, itu sudah jaminan petani dapat uang. Untuk yang tidak bisa masuk digiling di pabrik lain, segala risiko ditanggung pabrik,” katanya.

Mardianto menjelaskan, proses pemindahan giling ke PG lain merupakan tanggungjawab pihak PG Gempolkrep terkait pemberian subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun makan sopir dan krenet. Hal tersebut lanjut Mardianto seperti permintaan Asisiten mewakili Gubenur Jawa Timur, Soekarwo saat di Surabaya kemarin.

“Pemindahan giling ke pabrik lain untuk sisa yang tidak bisa ditanggani disini, itu perintah dari Asisten kemarin. Tebu sisa akan dibawa ke pabrik lain di sekitar sini, seperti PG Jombang Baru, PG Cukir, PG Tulangan dan PG Watu Tulis. Kita sudah jelaskan ini ke para petani sembari kita juga menunggu keputusan dari BLH Propinsi,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rabu (20/06/2012) ratusan petani tebu, sopir dan awak truk menggelar aksi di depan PG Gempolkrep Gedeg dengan memarkir truk muatan tebu di sepanjang Jalan Raya Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Mereka mendesak pabrik untuk kembali melakukan penggilingan karena pabrik berhenti beroperasi setelah Badan Lingkungan Hidup (BLH) Propinsi Jawa Timur menyatakan jika limbah pabrik yang dibuang ke Sungai Brantas di atas standart.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here