Buntut Pengrusakan Fasilitas Desa, Lima Warga Ditangkap

0
238

Mojokerto  – Lima warga ditahan Polsek Jatirejo pasca aksi anarkis di Balai Desa Bleberan, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto beberapa waktu lalu. Kelima warga Dusun Sempu ini dituntut pasal 170 KUHP tentang Pengrusakan dengan acaman lima tahun penjara.

Kelima warga yang ditangkap karena aksi pengrusakan fasilitas balai desa saat demo menuntut turunnya Kepala Dusun (Kasun) Sempu diantaranya, Suyono (35), Sakri (49), Abdul Karim (53), Edy Suprayitno dan Dul Ajis (65). Ke lima warga yang masih bertetangga ini terpaksa harus mendekam di sel tahanan Mapolres Mojokerto untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Jatirejo, AKP Slamet Riyadi mengatakan, kelima warga tersebut terbukti melakukan aksi pengrusakan fasilitas balai desa saat demo Maret lalu. “Aksi pengrusakan dipicu lantaran saat demo tidak ditemui Kasun, padahal sebelumnya petugas sudah memperingatkan agar tidak anarkis saat demo,” ungkapnya, Senin (09/07/2012).

Namun, masih kata Kapolsek, saat petugas meninggalkan balai desa untuk menunaikan sholat Jum’at, pengrusakan oleh warga terjadi. Meski masih ada beberapa petugas yang masih berjaga di lokasi namun massa merusak kursi serta meja dengan cara dibanting.

“Kita kesulitan untuk menangkap kelima warga ini karena saat dilakukan pemeriksaan, puluhan warga lainnya ikut mengaku terlibat dalam aksi pengrusakan. Tapi setelah dilakukan pemeriksaan dan penyelidiki didapat lima warga ini sebagai pelaku pengrusakan. Kelimanya kita jerat dengan pasal 170 KUHP tentang Pengrusakan dengan ancaman lima tahun penjara,” jelasnya.

Aksi pengrusakan sendiri terjadi saat warga Dusun Sempu, Desa Bleberan, Kecamatan Jatirejo melakukan aksi unjuk rasa menuntut Kasun Sempu turun pada Jum’at (02/03/2012) lalu. Massa menolak Perda nomor 4 tahun 2012 tentang Jabatan Perangkat Desa hingga usia 60 tahun. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here