Warga Jolotunda Konsumsi Raskin Berkutu

0
269

Mojokerto – Beras untuk rakyat miskin (raskin) dari APBN yang diterima Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Dusun Bendo RT 2 RW 5, Desa Jolotundo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto tak layak konsumsi. Beras yang diterima berwarga kekuning-kuningan, berkutu dan berkerikil.
Salah satu RTS, Siti Munawaroh mengatakan, ia dan 72 RTS lainnya terpaksa menerima raskin tersebut karena terpaksa. “Sebenarnya tidak layak konsumsi tapi karena tidak ada lagi, ya terpaksa kita masak,” ungkapnya, Senin (16/07/2012) tadi siang.

Masih kata kader Dusun Bendo ini, raskin yang mereka terima berkutu, berwarna kuning dan kualitasnya jelek. Banyak yang belum mengelupas namun juga kondisi beras tersebut banyak terdapay butiran kecil sehingga warga harus mengayaknya terlebih dahulu untuk menghasilkan beras lebih baik.

“Sebenarnya ada 34 RTS yang menerima, masing-masing mendapatkan 15 kg namun karena banyak warga yang kurang mampu sehingga dibagi rata. Warga mendapatkan antara 5 hingga 10 kg dengan menggantinya Rp1.600 perkg,” ujarnya.

Selain harus mengayaknya agar terpisah dengan butiran kecil, warga juga menitipkan ke toko untuk diproses kembali. Diproses kembali, selain bobot beras berkurang, warga juga harus membayar untuk biaya selep.

“Kalau diayak lagi, dari beras 5 kg menjadi 4 kg dengan butiran beras seperti biasanya. Beras remuk bisa 1 kg lebih, kalau dicuci biasa tidak bisa terpisah. Kita terpaksa mengkonsumsinya karena tidak ada beras lagi, untuk beras butiran kecil dibuat warga untuk makanan ternak,” tambahnya.

Kepala Dusun, Ma’arif membenarkan, jika raskin yang diterima warganya kualitasnya tak layak konsumsi. “Kita terpaksa menerima, sebenarnya tidak mau terima tapi terpaksa diterima karena warga juga membutuhkan raskin ini. Warga menerima raskin dengan kualitas seperti ini sudah keempat kali, mau dikembalikan juga kemana,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here