Wartawan Mingguan Dilaporkan Peras Kepala Sekolah Rp 10 Juta

0
290

Mojokerto  – Berkedok membantu agar masalah yang terjadi di SMKN I Jetis tak sampai keluar di media massa, Iskandar warga Perum Griya Japan Raya, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto diduga nekat memeras Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN I Jetis, Abdullah Irokhi Rp 10 juta.
Kasus tersebut bermula, saat adanya ketidakberesan masalah proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMKN I Jetis. Iskandar yang sehari-hari bekerja sebagai wartawan sebuah media mingguan datang mengaku sebagai pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto dan Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Mojokerto.

Irokhi mengaku pasrah kepada Iskandar, terkait masalah yang terjadi saat PPDB di SMKN I Jetis hingga persoalan tutup mulut. Iskandar kemudian menyatakan siap membantu Irokhi dengan mengatakan mampu mengkondisikan jajaran pengurus PWI Mojokerto dan AJI Mojokerto agar berita tersebut tidak dimuat.

Irokhi dimintai oleh Iskandar uang senilai Rp 10 juta sebagai bentuk timbal balik ke redaksi masing-masing media massa. Yakni sebanyak 12 orang pengurus PWI Mojokerto dan AJI Mojokerto yang terdiri dari wartawan koran harian dan elektronik.

“Dia meminga uang Rp 10 juta sebagai ganti agar berita Itu tidak dimuat di koran, kwitansi bermaterai itu dia tanda tangani tertanggal 17 Juli lalu. Sebelumnya, dia mengirim pesan yang isinya tentang permintaan uang sebagai ganti berita tersebut tidak muncul di koran,” ungkapnya, Senin (23/07/2012) tadi malam.

Ketua PWI Mojokerto, Yanuar Yahya saat diminta konfirmasi mengaku kaget mendengar kabar tersebut. “Nekat benar dia, ini tidak bisa dibiarkan harus diusut hingga tuntas,” ujar redaktur Radar Mojokerto ini.

Hal senada juga diungkapkan, Seksi Pendidikan dan Pelatihan PWI Mojokerto, Karyadi. Menurutnya, tidak ada nama Iskandar dalam jajaran pengurus maupun anggota di PWI Mojokerto. “Artinya, dia hanya mencatut dan mengaku-ngaku sebagai pengurus PWI Mojokerto,” katanya.

Masih kata wartawan Bhirawa ini, pihaknya menghimbau kepada semua pihak agar lebih berhati-hati dan meneliti benar identitas siapapun yang mengaku dari PWI Mojokerto. Karyadi meminta, agar Irokhi segera melaporkan kasus tersebut ke pihak yang berwenang.

Sementara itu, Iskandar mengaku tidak menerima uang senilai Rp 10 juta dari Kepala SMKN I Jetis. “Saya yang ditelepon Kepsek untuk mengkondisikan, saya tidak menerima uang itu. Uang itu saya serahkan ke Kejaksaan, kepolisian dan Inspektorat. Kalau jadi kayak gini, mending saya kembalikan saja,” tepisnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here