Amerika Gagal Panen, Harga Kedelai Melangit

0
219

Mojokerto  – Tingginya harga kedelai di pasaran diduga karena Amerika gagal panen kedelai. Imbas tingginya harga kedelai membuat permintaan kedelai di Kota Mojokerto menurun yang berakibat para penjual kedelai tak berani menimbun banyak.

Pemilik Toko Terang, Handoko (32) mengatakan, harga kedelai mulai naik sejak dua minggu yang lalu. “Setiap hari harganya naik, mulai Rp 200 hingga Rp 300 per kg sehingga harganya kini melonjak tinggi di pasaran,” ungkapnya, Rabu (25/07/2012) tadi siang.

Masih pemilik toko di Jalan BP Sudirman, Kota Mojokerto ini, tingginya harga kedelai di pasaran lantaran dipicu Amerika gagal panen. Tak hanya itu, China mengimpor kedelai cukup banyak sedangkan Indonesia sendiri kedelai dikarantina sehingga menambah biaya.

“Ini yang menjadi penyebab tingginya harga kedelai di pasaran karena hampir 60 persen kedelai diimpor dari Amerika. Akibatnya, penjualan mengalami penurunan. Sebelum harga tinggi seperti ini, rata-rata perhari bisa menjual 1 hingga1,5 ton sekarang hanya 5 hingga 6 kwintal saja,” katanya.

Di toko miliknya, ada tiga jenis kedelai. Kedelai bola dari harga Rp6.800 menjadi Rp 7.700 per kg, kedelai bw dari harga Rp 6.700 menjadi Rp 7.600 per kg dan kedelai jempol sip dari harga Rp6.850 menjadi Rp 7.650 per kg. Dampak gagal panen kedelai di Amerika didorong dengan banyaknya permintaan sehingga harga kedelai melambung tinggi.

“Idealnya harga kedelai itu Rp 7.000 per kg ke bawah. Saya tidak berani ambil stok banyak untuk antisipasi harga kedelai jika turun. Saya stok seminggu hanya 8,5 ton saja, padahal biasanya setiap minggunya bisa stok 2-3 truk kedelai atau 8 ton per truk,” urainya.

Masih kata Handoko, imbas dari naiknya harga kedelai, permintaan di tokonya sedikit karena banyak pelanggannya sebagai pengrajin tempe maupun tahu gulung tikar. Ia berharap pemerintah bisa menstabilkan harga kedelai sehingga harga tak melambung tingg

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here