Kedelai Mahal, 374 Pengrajin Tempe Tahu Mojokerto Kelimpungan

0
260

Mojokerto  – Melambungnya harga kedelai di pasaran membuat 374 pengrajin tempe dan tahu di Kabupaten Mojokerto kelimpungan. Mereka tak mampu lagi membeli bahan baku kedelai.
Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Mojokerto mencatat, terdapat 374 pengrajin tahu dan tempe di Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 166 pengrajin tahu dan sebanyak 208 pengrajin tempe dengan tingkat kebutuhan sebanyak 11.599 kg  kedelain per hari.

Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Jainul mengatakan, usaha pengrajin tahu dan tempe tersebut bisa menyerap 1.223 orang tenaga kerja. “Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan Disperindag Proponsi Jatim. Jika tidak ada solusi akan banyak yang gulung tikar,” ungkapnya, Jum’at (27/07/2012) tadi pagi.

Masih kata Jainul, banyak dari para pengrajin mulai menyiasati kenaikan harga kedelai terhadap produksi mereka. Salah satunya, dengan menambah campuran dan mengurangi bahan kedelai. Sementara pengrajin tahu, lebih memilih untuk mengurangi ukuran dan jumlah produksi. Padahal saat bulan ramadhan seperti ini, permintaan justru meningkat.

Catatan Disperindag Kabupaten Mojokerto, harga kedelai di beberapa pasar yang ada di Kabupaten Mojokerto bervariatif. Di Pasar Mojosari, harga kedelai import Rp 7.800 per kg, kedelai lokal Rp 9 ribu per kg. Di Pasar Gondang, kedelai import Rp7.700 per kg, di pasar Dlanggu, Rp7.800 per kg, kedelai lokal Rp8.500 per kg.

Di pasar Mojoanyar, Rp7.650 per kg, pasar Puri Rp7.750 per kg, pasar Sooko Rp7.800 dan pasar Trawas Rp8 ribu per kg

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here