Dua Pick-Up Mie Basah Berformalin Diamankan Polisi

0
103

Mojokerto  – Satuan Narkoba Polres Mojokerto Kota mengungkap usaha mie basah berformalin milik Yunias Tri Wahyudi (31) warga Dusun Madiopuro, Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Sebanyak dua pick up mie basah berformalin berhasil disita petugas.
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Iwan Kurniawan didampingi Kasat Narkoba Polres Mojokerto Kota, AKP Djamin mengatakan, pengrebekan dilakukan setelah petugas mendapat laporan dari warga. “Setelah dilakukan penyelidikan dan dites terbukti menggunakan formalin,” ungkapnya, Rabu (01/08/2012) tadi siang.

Dari pengrebekan yang dilakukan petugas, ditemukan mie basah berformalin sebanyak 800 kg diatas ambang batas 1067,29. Pengakuan tersangka, masih kata Kapolres, mie basah tersebut sudah lama dipasarkan baik di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, Krian, Surabaya dan Malang.

“Mie basah berformalin ini membahayakan masyarakat, pengakuannya karena permintaan pedagang namun ini masih dalam pengembangan pihak kami. Barang bukti yang diamankan, sebanyak 10 sak @25 kg, sebanyak 65 plastik @5 kg, dua jurigen formalin @30 liter,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, dalam kasus ini tersangka dijerat dengan pasal 204 ayat 1 KUHP Jo pasal 55 huruf C UU Nomor  7 Tahun 1996 tentang pangan. Untuk pasal 204 ancamannya 10 tahun dan pasal 55 ancamannya 5 tahun.

Tersangka, Yunias Tri Wahyudi (31) mengaku, mie basah tersebut jika tidak diberi formalin, sehari busuk namun jika diberi formalin bisa bertahan sampai tiga hari. “Sebanyak 6 kwintal, saya menggunakan 15 liter formalin, proses hanya direndam saja,” katanya.

Usaha turun temurun tiga generasi ini, dalam sehari rata-rata bisa memproduksi 6 hingga 8 kwintal mie basah. Selain memakai formalin, tersangka juga menggunakan pewarna soda mint dan bensoat. Tersangka menjual mie basah ini dengan harga Rp20 ribu per plastik atau Rp4 ribu per kg.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here