Langgar Perda, Dua Mini Market Segera Ditertibkan

0
86

Mojokerto  – Menanggapi keluhan Paguyupan Pedagang Pasar Pandan (P4), Komisi B DPRD Kabupaten Mojokerto menyerahkan ke instansi terkait. Pasalnya, surat terkait syarat penutupan pembangunan mini market di Desa Pandan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto sudah turun.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Mojokerto, Muslihudin mengatakan, surat-surat tentang syarat penutupan sudah diberikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mojokerto. “Sehingga kita tidak punya kewenangan dalam hal ini, kita serahkan ke instansi terkait,” ungkapnya, Rabu (08/08/2012) tadi siang.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Tri Mulyanto mengatakan, pihaknya akan melakukan penutupan terkait pembangunan mini market. “Ada dua, satu di Kecamatan Trawas dan satu lagi di Pandan, Kecamatan Pacet,” jelasnya.

Masih kata Tri, surat sudah ada sehingga pihaknya tinggal melakukam penertiban. Untuk di Kecamatan Trawas akan dilakukan pada, Kamis (09/08/2012) besok, sedangkan untuk Pandan, pihaknya belum tahu kapan. Menurutnya, dua mini market tersebut melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2012 dan Perda Nomor 7 Tahun 2011.

“Perda Nomor 5 Tahun 2012 tentang perlindingan dan pembinaan pasar tradisional serta penataan toko modern, sedangkan Perda Nomor 7 Tahun 2011 tentang retribusi perizinan tertentu. Kedua mini market tersebut melanggar IMB dan HO, sehingga permintaan warga ini bisa kita tindak lanjuti langsung dengan penertiban,” jelasnya.

Seperti diberikan sebelumnya, sejumlah anggota Paguyupan Pedagang Pasar Pandan (P4) wadul DPRD Kabupaten Mojokerto. Mereka meminta agar instansi terkait segera menindaklajuti penutupan mini market di Desa Pandan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.[

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here