Diperkirakan Masih Ada 200 Sumur Era Majapahit

0
319

Mojokerto – Sumur jobong berlapis enam yang ditemukan warga Desa Nglinguk, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto diyakini merupakan salah satu sumur milik Penduduk saat jaman Majapahit. Diperkirakan di area tersebut merupakan kawasan penduduk.

Kepala BP3 Jawa Timur, Aris Soviyani mengatakan, penemuan sumur bojong di Desa Nglinguk, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto tersebut seharusnya berlapis ganjil. “Lapis sumur bojong itu seharusnya ganjil, bisa lima atau tujuh,” ungkapnya, Sabtu (01/09/2012) tadi siang.

Di area pembuatan batu bata merah seluas 32 meter x 20 meter tersebut sudah ditemukan 24 semur sejak digali tahun 2009 lalu untuk bahan pembuatan batu bata merah. Tujuh sumur berbentuk batu batu yang disusun rapi sedang 17 sumur berbentuk jobong, satu diantaranya jobong berlapis enam. “Sudah ada 24 sumur yang ditemukan di lahan tersebut dengan posisi yang saling berdekatan. Diperkirakan di lokasi tersebut masih ada 200 sumur dan area penemuan sumur tersebut dipekirakan diluar kedaton,” jelasnya.

Menurutnya, karena dibuktikan banyaknya ditemukan sumur. Selain itu, di sekitar lokasi warga juga banyak menemukan gerabah yang diyakini milik penduduk saat itu sehingga  di sekitar lokasi penemuan sumur tersebut diperkirakan merupakan kawasan pemukiman penduduk.

Sebelumnya, sumur jobong lapis enam ditemukan Muhammad Taufiq Ikwan (36) warga Nglinguk, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto saat menggali tanah untuk membuat batu bata merah. Bangunan sumur lapis enam tersebut mempunyai tinggi bervariasi mulai 20 cm hingga 60 cm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here