Asongan Stasiun Tetap Dilarang Berjualan di Atas KA

0
87

Mojokerto  – Meski tuntutan para pedagang asongan yang melakukan aksi di Stasiun Kereta Api Mojokerto tidak mendapatkan solusi. Namun terjadi kesepakatan antara pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan para pedagang asongan.

Manager Humasda Daop 8 Surabaya, Swi Winarto mengatakan, pihaknya tetap melaksanakan ketentuan yang ada.”Yakni agar para pedagang asongan untuk tidak boleh mengasong di atas kereta api. Ini sesuai dengan UU no 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian,” ungkapnya, Senin (24/09/2012) tadi siang.

Namun masih kata Sri, dalam pertemuan antara perwakilan asongan, PT KAI yang dijembati aparat dari Polres Mojokerto Kota menghasilkan keputusan kecil. Yakni perwakilan asongan akan dipanggil ke kantor Daop 8 Surabaya untuk dilakukan hearing.

“Solusi awal sosialisasi, memang diperbolehkan berdagang di luar kereta ini dilakukan semata-menata untuk menata para pedagang asongan agar lebih baik. Para pedagang asongan tidak diizinkan berjualan di atas KA, hanya diizinkan berjualan dibawah saat KA berhenti,” katanya.

Tentunya, lanjut Sri, para pedagang asongan tetap terorganisir dengan baik. Pihaknya akan tetap melakukan penertiban jika para pedagang asongan yang melanggar tetap berjualan di atas KA karena sesuai UU hanya penumpang bertiket dan penumpang yang akan berangkat satu jam sebelumnya yang diizinkan masuk.

“Kebijakan ini tidak hanya di wilayah Daop VIII Surabaya saja namun juga di seluruh wilayah Indonesia. Di semua kelas baik ekonomi, eksekutif maupun bisnis, tidak boleh ada pedagang asongan yang melakulan aktifitas di dalam KA dan kita tetap akan melaksanakan kebijakan tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, ratusan pedagang asongan dari Mojokerto, Nganjuk, Jombang, Pasuruan, Lamongan dan Sidoarjo mendatangi Stasiun Kereta Api Mojokerto. Mereka menuntut agar PT KAI memberikan izin para asongan bisa berjualan kembali di Stasiun KA Mojokerto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here