Kemenag Kabupaten Mojokerto Bantah Jual Beli Kursi Haji

0
257

Mojokerto – Pasca penemuan sebanyak 36 Calon Jamaah Haji (CJH) kloter 44 asal Kabupaten Mojokerto oleh Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Jatim karena indikasi jual beli kursi haji dibantah tegas oleh pihak Kemenag Kabupaten Mojokerto.Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto, Ahmad Rodli mengatakan, jumlah CJH asal Kabupaten Mojokerto sebanyak 1.579 orang sesuai dengan surat pendaftaran, pasport dan lain sebagainya. “Untuk 36 CJH itu, memang dari awal tidak diberangkatkan karena bermasalah,” ungkapnya, Selasa (09/10/2012) tadi siang.

Menurutnya, data yang ditemukan Kanwil Kemenag Jatim yakni dengan cara mengganti foto CJH yang tidak bisa berangkat di pasport dengan CJH yang akan berangkat tersebut tidak benar. Menurutnya, setelah proses verifikasi diketahui jika ada sebanyak 36 CJH yang datanya kurang benar sehingga pihaknya langsung melaporkan Kanwil Kemenag Jatim.

“Temuan ini kita laporkan ke Kanwil Kemenag Jatim, bukan mereka yang menemukan data ini. Karena ketika setiap apapun yang indikasinya tidak benar, kita berkewajiban untuk tidak meneruskan untuk diberangkatkan. Untuk pergantian foto, itu dilakukan oknum diluar kami. Ini bukan wewenang kita,” katanya.

Rodli enggan berkomentar jika pergantian foto CJH tersebut diduga ada keterlibatkan dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Menurutnya, kewenangannya sebatas melaporkan temuan ke Kanwil Kamenag Jatim jika ditemukan data yang indikasinya tidak benar. Untuk kasus tersebut, lanjut Rodli paspor CJH betul namun identitasnya yang palsu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here