Polisi Sita Paspor Palsu di Kantor Kemenag Mojokerto

0
147

Mojokerto  – Sebanyak 36 paspor milik Calon Jamaah Haji (CJH) kloter 44 asal Kabupaten Mojokerto yang gagal berangkat disita Tim Khusus Satreskrim Polres Mojokerto dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto.Tim memeriksa satu per satu paspor milik 36 CJH yang gagal berangkat di ruang Kasi Penyelenggaran Haji dan Umroh, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto. Dari pantauan beritajatim.com, foto paspor tidak sama dengan foto pemilik haji meskipun identitas paspor tersebut tidak diganti.

Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter), Satreskrim Polres Mojokerto, Ipda Khoirul mengatakan, kedatangannya ke Kemenag Kabupaten Mojokerto untuk menyita beberapa barang bukti. “Ada paspor, SPPH dan BPIH pemilik porsi haji yang kita sita,” ungkapnya, Kamis (18/10/2012) tadi siang.

Menurutnya, paspor yang disita sebanyak 36 serta Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH), Bukti Pelunasan Ibadah Haji (BPIH) pemilik porsi. Berkas tersebut menurutnya, untuk data tambahan terkait penyelidikan kasus dugaan jual beli kursi haji yang sudah disita terlebih dulu.

“Dokumen dan berkas ini sebagai dokumen tambahan untuk penyelidikan kasus ini, karena sebelumnya juga sudah disita nama-nama 36 CJH yang gagal berangkat. Saat ini, penyidik juga tenggah meminta keterangan ke-36 CJH yang gagal berangkat tersebut,” katanya.

Oleh tim, paspor, SPPH serta BPIH tersebut dibawa dengan dimasukkan dalam sebuah kardus. Dengan menggunakan mobil Grand Livina Nopol S 1771 QI, sebanyak empat orang penyidik dari Tim Khusus yang dibentuk Satreskrim Polres Mojokerto meninggalkan kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto.

Sebelumnya, pasca penemuan sebanyak 36 Calon Jamaah Haji (CJH) kloter 44 asal Kabupaten Mojokerto oleh Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Jatim karena indikasi jual beli kursi haji, Satreskrim Polres Mojokerto mulai meminta keterangan beberapa saksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here