Rumah Retak-retak, Warga Tuntut Ganti Rugi

0
120

Mojokerto ¬†–¬†Puluhan warga Dusun Sukorame Desa Penompo Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto mendatangi kantor pelaksana proyek jalan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), PT Wika. Warga meminta ganti rugi atas kerusakan rumah akibat pembangunan jalan tol tersebut.Salah satu warga, Yudha menuturkan, warga meminta kompensasi. Pasalnya setiap ada kegiatan proyek, banyak debu dan suara alat berat yang menggangu. “Banyak warga yang sakit mata gara-gara banyaknya debu,” ungkapnya, Kamis (18/10/2012).

Tak hanya itu, masih kata Yudha, bangunan yang letaknya dekat proyek mengalami retak-retak karena getaran alat berat. Masih kata Yudha, ada tiga rumah yang letaknya kurang dari 10 meter dari badan jalan, namun pihak PT Wika hanya memberikan kompensasi sebesar Rp 500 ribu saja.

“Kompensasi ini jelas tak sebanding dengan kerugian yang diderita warga, untuk itu kita datang untuk menuntut kompensasi. Kita minta agar rumah warga yang dekat dengan lokasi pembangunan jalan tol untuk dibeli PT Wika,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer Lapangan PT Wika, Bambang Sugiono menjelaskan, akan menyampaikan tuntutan warga ke kantor pusat. “Untuk warga yang sakit akibat pembangunan proyek ini bisa berobat dengan biaya dari kami. Selain itu, kita akan penuhi tuntutan warga untuk memasang lampu jalan dusun,” urainya.

Terkait permintaan tiga rumah untuk dibeli, pihaknya tidak bisa memutuskan segera karena ganti rugi rumah maupun sawah merupakan wewenang kantor pusat. Menurutnya, kantor cabang hanya bisa memperbaiki kembali bangunan yang rusak akibat getaran sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here