Buruh Kembali Turun ke Jalan, Tuntut UMK Rp 2,2 Juta

0
274

Mojokerto –Ribuan buruh di Kabupaten Mojokerto rencananya akan kembali turun ke jalan, Selasa (13/11/2012) pagi ini.  Tak lagi menuntut Upah Minimum Kabupaten (UMK) Mojokerto sebesar Rp 1.565.024 lagi, namun buruh akan menuntut UMK Kabupaten Mojokerto tahun 2013 sebesar Rp 2,2 juta.Tingginya tuntutan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja seluruh Indonesia (FSPSI) tersebut setelah muncul pernyataan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhono yang menyebutkan jika UMK untuk daerah industri seharusnya sebesar Rp 2 juta. Tuntutan tersebut akan dialamatkan ke Pemkab Mojokerto.

Perwakilan aliansi, Hari Cahyono mengatakan, aksi buruh kali ini untuk kembali meminta audiensi langsung dengan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa.

“Berbagai sektor, seperti espi lem, espi kep, espi kohup, espi RTMM, espi ESK, kami sebagai perwakilan aliansi mendukung aksi kawan-kawan,” ungkapnya, tadi pagi.

Menurutnya, tuntutan buruh serta pernyataan Presiden menjadi dasar bergulirnya buruh kembali melakukan aksi turun ke jalan. Jika tuntutan buruh sebelumnya, yakni sebesar Rp 1,6 juta ditambah munculnya pernyataan Presiden maka buruh sepakat akan menuntut UMK Kabupaten Mojokerto tahun 2013 lebih tinggi lagi yakni, Rp 2,2 juta.

Kabupaten Mojokerto merupakan daerah industri didukung adanya kawasan Ngoro Industri Persada (NIP), pabrik di kawasan Jetis, Balongmojo, Kecamatan Puri dan Mojosari. Ditambah lagi, rencananya akan dibangunya kawasan industri di Kecamatan Jetis, UMK Kabupaten Mojokerto seharusnya juga sesuai dengan pernyataan SBY yakni Rp 2 juta,” tegasnya.

Rencananya, aksi buruh kali ini dilakukan di Pemkab Mojokerto. Buruh meminta untuk bertemu langsung dengan Bupati Mojokerto. Sebelumnya, Bupati Mojokerto mengusulkan UMK Kabupaten Mojokerto tahun 2013 ke Gubenur Jawa Timur, Soekarwo sebesar Rp 1.408.359, sementara buruh meminta sebesar Rp 1.565.024

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here