Bagikan Selebaran, Buruh Tuntut UMK Rp 2,2 Juta

0
47

Mojokerto – Ribuan selebaran berisi tuntutan buruh disebar oleh aktivis dan buruh yang mengatasnamakan Aliansi Perjuangan Buruh Mojokerto (APBM) di Jalan Pahlawan, Kota Mojokerto. Buruh menuntut agar Upah Minimum Kabupaten (UMK) Mojokerto 2013 sebesar Rp 2,2 juta.Puluhan aktivis dan buruh dari APBM berbaris berjajar, mereka membagikan selebaran yang berisi tuntutan ke pengguna jalan yang melintas, Rabu (14/11/2012) tadi sore.
Beberapa anggota Sabhara Polres Mojokerto Kota terlihat menjaga aksi bagi-bagi selebaran tersebut.

Juru bicara APBM, Estin Sri Wahyuni mengatakan, UMK yang ditetapkan Gubenur Jawa Timur berdasarkan rekomendasi Dewan Pengupahan daerah sangat rendah. “Bahkan lebih rendah dari survey Kebutuhan Hidup Layak atau KHL pekerja lajang,” ungkapnya.

Untuk itu, masih kata Estin, UMK di lima kabupaten/kota padat industri harus mencapai Rp2,2 juta. Bahkan, lanjut Estin, Kabupaten Bekasi telah menetapkan UMK sebesar Rp2 juta dan Upah Minimun Sektoral (UMS) yakni, sektor I sebesar Rp2.402.000, sektor II sebesar Rp2.302.300 dan sektor III sebesar Rp2.042.040.

“Surabaya merupakan kota metropolis kedua setelah DKI Jakarta, tentunya tidak adil jika UMK di Jatim jauh lebih rendah dibanding Kabupaten Bekasi. UMK Jatim masih dikisaran Rp1,5 juta, ini sangat jauh dibanding DKI Jakarta dan UMK Jawa Barat, padahal biaya dan hasil penjualan produksi rata-rata sama,” katanya.

Sehingga APBM bersama dengan Majelis Pekerja Buruh Indonesia Jawa Timur (MPBI Jatim) menyatakan sikap, tetapkan UMK lima kabupaten/kota di Jatim 150 persen KHL atau Rp2,2 juta. Mendukung Gubenur Jatim menetapkan UMK lima kabupaten/kota di Jatim 150 persen atau Rp2,2 juta.

Angka 150 persen KHL adalah angka logis karena 10 tahun sebelumnya UMK di Jatim selalu dibawah survey KHL. Saat ini menurut APBM, saat yang tepat untuk mengejar ketertinggalan upah buruh di Jatim dan jika Gubenur Jatim tidak memutuskan UMK lima kabupaten/kota sebesar Rp2,2 juta, akan digelar mogok daerah.

“Jika tuntutan kita tidak dipenuhi, kami APBM bersama dengan MPBI Jatim akan melakukan aksi mogok daerah 50 ribu buruh di kawasan industri Kota Surabaya, Kota/Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Gresik tanggal 19 November mendatang,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here