Walikota Mojokerto Hanya Naikkan UMK Rp 35 Ribu

0
238

Mojokerto – Perwakilan buruh dari Aliansi Perjuangan Buruh Mojokerto (APBM) langsung ditemui Walikota Mojokerto, Abdul Gani Soehartono.  Buruh tak terima dengan kenaikan yang diajukan Walikota yang hanya menaikan Rp 35 ribu, namun buruh mendapat dukungan dari Mulyadi Ketua DPRD Kota Mojokerto. “Saya hanya bisa menaikan Rp 30 ribu dari Rp 940 ribu menjadi Rp 975 ribu, sesuai dengan survei KHL yakni Rp 980 ribu. Walikota tidak dilibatkan dalam survei KHL tapi hanya bisa merekomendasikan dan angkanya tidak boleh lebih dari nilai survei KHL tersebut,” ungkapnya, Senin (19/11/2012).

Meski kenaikan angka UMK Kota Mojokerto 2013 ditolak buruh, namun pertemuan diakhiri pasalnya Walikota akan menghadiri sidang paripurna pengesahan APBD 2013 di gedung dewan. Meski begitu, buruh mendapat dukungan dari Ketua DPRD Kota Mojokerto serta Komisi III.

Setelah mendengarkan penjelasan Walikota dan mendapatkan dukungan Ketua DPRD Kota Mojokerto, buruh membubarkan diri. Buruh langsung melanjutkan perjalanan ke gedung Grahadi di Surabaya untuk bergabung dengan buruh dari Kota Surabaya, Gresik, Pasuruan dan Sidoarjo.

Sebelumnya, ratusan buruh di wilayah barat Mojokerto melakukan unjuk rasa di kantor Pemkot Mojokerto, Senin (19/11/2012). Mereka menuntut Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Mojokerto tahun 2013 padat industri harus mencapai Rp2,2 juta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here