84 Bayi di Kota Mojokerto Menderita Gizi Buruk

0
250

Mojokerto¬†–¬†Jumlah kasus gizi buruk di Kota Mojokerto terus mengalami meningkat. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto menyebutkan, Januari hingga November 2012, sebanyak 84 bayi di Kota Mojokerto masuk kategori Bawah Garis Merah (BGM) atau rawan gizi.Kepala Dinkes Kota Mojokerto, Cristiana Indah Wahyu mengatakan, dari 84 bayi tersebut tersebar di tiga keluarahan, Kelurahan Kedundung, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari dan Kelurahan Cakar Ayam, Kecamatan Prajuritkulon.

“Gizi balita tersebut dibawah pantauan kita,” ungkapnya, Jum’at (23/11/2012) tadi pagi.

Masih kata Indah, pemantauam dilakukan secara kontinyu selama tiga bulan. Pada bulan ketiga, standar gizi balita tersebut akan normal jika kasus gizi buruk tersebut bukan karena komplikasi penyakit. Menurutnya, jumlah bayi yang mengalami gizi buruk di Kota Mojokerto fluktuatif setiap tahunnya.

“Untuk menanggani kasus ini, kita punya program pemberian susu panentra gratis yang dibagikan setiap bulannya dari Posyandu. Selain itu, juga ada pembagian multi vitamin, ¬†mineral, suplemen serta obat cacing. Petugas medis juga memberikan konseling tentang variasi makanan,” jelasnya.

Pasalnya, lanjut Indah, kurang berkembangkan variasi makanan yang diberika orang tua menjadi faktor utama kasus gizi buruk. Pihaknya juga menambah petugas ekstra di Kelurahan Kedundung dan Balongsari, karena banyaknya kasus gizi buruk di dua kelurahan yang ada di Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto tersebut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here