Aktivis Perempuan Tuding PN Mojokerto Ada Kongkalikong

0
81

Mojokerto  – Puluhan aktivis perempuan yang mengatasnamakan, Aliansi Perjuangan Perempuan Mahardika menggelar aksi di depan Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto. Massa menilai, salah satu kasus pencabulan dengan korban pelajar di Mojosari yang ditanggani PN Mojokerto kongkalikong dengan terdakwa pencabulan.

Massa yang mayoritas perempuan ini, datang ke PN Mojokerto sekitar pukul 11.00 WIB. Dengan membawa bendera dan poster berisi tuntutan agar PN Mojokerto menjalankan undang-undang yang berlaku, massa juga meminta agar PN Mojokerto menvonis terdakwa seadil-adilnya.

Koordinator aksi, Estin mengatakan, ada dugaan terdakwa kongkalikong dengan pihak PN Mojokerto. “‪‪Banyak kasus pelecehan perempuan di PN Mojokerto yang dilecehkan. Pengadilan merekayasa dan melakukan kongkalikong dengan pihak tersangka,” ungkapnya, Kamis (22/11/2012) tadi siang.

Massa meminta agar PN Mojokerto tidak melakukan kongkalikong dengan pihak tersangka, yakni IIA.‬‬ Pihaknya juga meminta agar PN Mojokerto bersikap tegas dalam memberikan hukuman kepada pelaku pelecehan perempuan sehingga dapat merugikan pihak korban.

Sebelumnya, IIP (15) pelajar kelas III salah satu SMP di Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto tega mengauli pacarnya sendiri, PHC (15) siswi kelas I SMA di Kabupaten Mojokerto selama tiga tahun. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 UU RI Nomor 23 Tahun 2001 Pasal 333 Ayat I2 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here