Perceraian di Mojokerto Meningkat

0
106

Mojokerto ¬†– Kasus perceraian yang diajukan ke Pengadilan Agama (PA) Mojokerto tahun 2012 meningkat 20 persen dari tahun sebelumnya.¬†Sebanyak 1.654 perempuan di Mojokerto mengajukan cerai tolak suaminya, sementara sebanyak 821 laki-laki mencerai talak istrinya.perceraian mojokertoHumas PA Mojokerto, Zaenal Arifin mengatakan, kasus perceraian di Mojokerto masih tinggi. “Dari 3.149 kasus perceraian yang diajukan baik oleh suami maupun istri, sebanyak 3.100 kasus sudah diputuskan. Perceraian terbanyak diajukan oleh kaum perempuan,” ungkapnya, Sabtu (05/01/2013) tadi siang.

Dari 3.100 kasus yang diputus tersebut, sebanyak 821 kasus cerai diajukan pihak laki-laki dan sebanyak 1.654 kasus cerai diajukan pihak perempuan. Sementara lainnya, seperti kasus dicabut sebanyak 235 kasus, perwalian dua kasus, izin poligami 10 kasus, harta bersama tiga kasus, asal usul anak dua kasus.

Itsbat nikah 22 kasus, dispensasi nikah 149 kasus, wali adhol delapan kasus, pemohonan lain-lain 69 kasus, penetapqn ahli waris 10 kasus, tidak diterima 69 kasus, ditolak 16 kasus dan gugur 31 kasus. Sementara, lanjut Zaenal, faktor perekonomian masih menjadi alasan perceraian.

“Ekonomi menjadi alasan utama perceraian yakni sebanyak 1.109 kasus, disusul kekerasan moral sebanyak 449 kasus, perselisihan sebanyak 576 kasus dan KDRD sebanyak 262 kasus. Namun sebelum melangkah ke tahap persidangan, kita selalu melakukan mediasi dengan menghadirkan kedua belah pihak tapi jika tidak berhasil, sidanglah menjadi tujuan akhir,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here