Puluhan Preman ‘Ciduk’ 2 Karyawan BPR Indo Artha

0
46

Mojokerto  – Karena tak kunjung mendapat jawaban, puluhan pria diduga preman langsung memaksa dua karyawan pria Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Indoartha. Mereka dipaksa keluar dan dipanggilkan becak untuk dibawa menjauh dari kantor.karyawan bprAksi bersitegang antara puluhan preman dengan dua karyawan pria BPR di Jalan Jayanegara 77, Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto memuncak. Aksi ini berujung dengan dikeluarkannya dua karyawan pria karena tak juga bisa menunjukkan rincian utang Hadi Pitono.

Kedua karyawan pria tersebut mengaku sebagai orang yang berwenang dari BPR namun hingga batas waktu yang diberikan selesai, keduanya tidak bisa menunjukkan rincian utang serta sertifat rumah milik Hadi Pitono yang dijadikan jaminan utang. Pasca dikeluarkannya dua karyawan tersebut, BPR langsung ditutup.

“Maaf, kita tidak bisa memberikan penjelasan apa-apa,” ungkap salah satu karyawan perempuan singkat, Rabu (06/02/2013) tadi sore.

Sebelumnya, puluhan pria yang diduga preman mendatangi kantor Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Indoartha di Jalan Jayanegara 77, Desa Kemanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Mereka mengebrak-gebrak meja untuk menanyakan kejelasan nasib nasabah BPR Bank Indoartha, Hadi Pitono.

Warga Desa Mojo Karang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto mempunyai utang Rp2 juta pada 2007 lalu dengan jaminan sertifikat rumahnya. Setiap bulan ia wajib membayar bunga Rp231 ribu per bulan selama satu tahun namun cicilan baru enam bulan, Edi tidak bisa mencicil.

Beberapa hari lalu, Hadi datang dengan niat akan melunasi utangnya tersebut. Namun Hadi kaget, karena utang sebesar Rp2 juta pada 2007 berubah menjadi Rp21 juta. Saat pihak BPR Indoartha diminta menunjukkan rinciannya tidak diberikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here