FPPBI Ajak Boikot Pilgub dan Pilwali Mojokerto

0
84

Mojokerto  – Banyaknya kasus buruh yang belum juga diselesaikan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mojokerto, membuat buruh di Kabupaten Mojokerto berang. Buruh pabrik PT Bumi Nusa Makmur (PT BNM) ini mengajak masyarakat untuk memboikot Pemilihan Gubenur (Pilgub) Jatim dan Pemilihan Walikota (Pilwali) Mojokerto.buruh boikot pilgub jatimPuluhan perwakilan buruh yang tergabung dalam Persatuan Pergerakan Buruh Indonesia (PPBI) datang menggunakan kendaraan roda dua dengan membawa poster berisi tuntutan agar persoalan buruh segera diselesaikan pihak Disnakertrans Kabupaten Mojokerto. Meski izin tak diberikan, puluhan perwakilan langsung melakukan orasi sebelum menuju ke DPRD Kabupaten Mojokerto.

Koordinator aksi, Hari Tjahyono mengatakan, empat hari lagi akan dilakukan penyelenggaran Pilgub dan Pilwali Mojokerto namun kasus buruh belum juga terselesaikan. “Pesta perebutan kekuasaan selalu bermanis bibir untuk meraih suara tapi hingga persoalan buruh belum juga selesai,” ungkapnya, Senin (26/08/2013) tadu pagi.

Hari mencontohkan, di PT Bumi Nisa Makmur dengan total 150 orang berstatus buruh kontrak. Para buruh ini, lanjut Hari, nasibnya tidak jelas. Tak hanya itu, kasus di perusahan Kecap Ratu hingga saat juga belum terselesaikan. Bahkan terkesan dibiarkan, mulai dati Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak, union busting dan kontrak yang sampai saat ini belum terselesaikan.

“Jalan satu-satunya untuk menyelesaikan adalah penjarakan pengusaha karena melakukan pemberangusan. Untuk itu, kami mengajak kaum buruh dan elemen masyarakat memboikot Pilgub dan Pilwali Mojokerto. Jika pemerintah tak bisa menyelesaikan kasus kontrak dan PHK di PT BNM dan kasus, PHK, kontrak, union busting dan outsourching di perusahaan Kecap Ratu,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here