Pemilih Pilgub Dilarang Bawa HP Berkamera

0
28

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur menerbitkan kebijakan baru terkait proses pencoblosan yang akan digelar pada Kamis (29/8/2013) besok. Kebijakan baru ini diantaranya adalah larangan memotret surat suara ketika berada di dalam bilik suara.kamera pilgub jatim“Ada empat poin yang kami sepakati bersama,” kata Nadjib Hamid, anggota KPU Jawa Timur, seusai mengikuti rapat koordinasi antara KPU, Bawaslu, serta Desk Pilkada, di Grahadi, Rabu (28/8/2013)

Larangan memotret di dalam bilik suara, kata Nadjib, adalah sebagai bentuk untuk mewujudkan pilgub yang jujur, adil dan rahasia. Memotret, kata dia, hanya diperbolehkan di luar bilik suara, semisal ketika proses penghitungan atau suasana di sekitar TPS.

“Kami akan perintahkan petugas TPS melakukan pengawasan bagi seluruh pemilik suara, HP yang ada fotonya ataupun kamera dilarang dibawa masuk,” ujarnya.

Selain larangan memotret, rakor kali ini juga menyepakati untuk membebaskan seluruh pasien rumah sakit tidak perlu menunjukkan form C6 (form pindah dari TPS asal). Asal benar-benar sakit dan di rumah sakit, dan yang bersangkutan sudah masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT), maka pasien bisa menggunakan hak pilihnya di TPS terdekat dari Rumah Sakit.

Selain itu, dalam rakor kali ini juga membahas desakan dari KPPS yang meminta tambahan dana untuk menyewa tenda untuk Tempat Pemungutan Suara. “Awalnya dana sewa tenda Rp 200 ribu, tapi diusulkan untuk dinaikkan Rp 300 ribu karena banyak KPPS yang protes,” kata Nadjib.

Untuk dana sewa tenda ini, KPU mengusulkan adanya penambahan dana sebesar Rp 11 miliar. Angka ini karena jumlah TPS yang dibentuk untuk pilgub mencapai 71 ribu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here