Kawasan Vila Pacet dan Trawas Paling Rawan Longsor

0
331

Mojokerto  – Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menyebutkan, kawasan pervilaan di Kecamatan Pacet dan Trawas memiliki paling rawan longsor. Buruknya konstruksi bangunan dan kesalahan lokasi turut menambah berat beban lingkungan kala musim penghujan.Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Tanto Suhariyadi mengatakan, kawasan pervilaan di Kecamatan Trawas dan Pacet berada pada posisi rawan. “Itu sebenarnya terlihat dengan kejadian longsor di area persawahan di Ngeprih, Kecamatan Pacet beberapa waktu lalu,” ungkapnya, Sabtu (01/02/2014).

Masih kata Tanto, keberadaan vila mayoritas berdiri diatas lahan yang tak layak. Artinya, keberadaan vila, katanya, tidak sesuai dengan tata ruang dan wilayah yang ada. Hal itu diperparah lagi dengan pesatnya pembangunan yang tak terkontrol.

“Bisa dicek, baik desa maupun kecamatan pasti tidak mengetahui alih fungsi lahan seperti itu. Padahal, kebanyakan vila berada di lahan yang rawan longsor. Belum lagi dengan buruknya konstruksi bangunan vila yang tidak mengindahkan kontur tanah,” katanya.

Tanto menjelaskan, bangunan plengsengan vila kebanyakan langsung mengepras. Padahal, berdiri di lahan dengan kemiringan tertentu. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Mojokerto, pada puncak musim penghujan kurun Januari hingga pertengahan Februari, kawasan Pacet dan Trawas terdapat sembilan desa yang rawan longsor.

Di Kecamatan Pacet, terdapat di Desa Pacet, Padusan, Claket, Cembor dan Kemiri. Sedangkan di Kecamatan Trawas di Desa Selotapak, Seloliman, Penanggunggan dan Kedungudi. Kawasan rawan tersebut bercirikan, memiliki kemiringan diatas 40 derajat, tidak ada vegetasi.

“Kalau pun ada vegetasi yang tak cocok dengan kemiringan lahan. Selain itu, alih fungsi jalan. Di Pacet dan Trawas, banyak jalan yang dilalui truk besar dan bisa. Padahal, mengingat kualitas jalan, seharusnya tidak boleh dilewati,” tegasnya. [

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here