Oknum Polisi Tersangka Penimbunan BBM Ilegal

0
255

Mojokerto  – Polres Mojokerto akhirnya menetapkan dua tersangka dalam kasus penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di gudang Dusun Sumberkepuh, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Satu tersangka merupakan oknum anggota Polri berdinas di polsek wilayah Surabaya.
oknum polisi bbmKapolres Mojokerto, AKBP Muji Ediyanto mengatakan, dari hasil penyelidikan pihaknya menetapkan dua tersangka, EU yakni anggota Polri serta adik tersangka yakni MI warga Dusun Bangsri RT 02 RW 01, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. “Lokasi yang digunakan gudang penyimpanan merupakan milik EU,” ungkapnya, Senin (24/11/2014).

Masih kata Kapolres, peran adik tersangka, MI membantu proses aktifitas pengambilan solar. Modus operandinya, tersangka menyuruh sopir, Hendrik dan Kusnadi membeli BBM jenis solar di setiap SPBU sebanyak 100 liter dengan menggunakan satu unit mobil Izusu station body elp warna biru nopol N 802 UT yang dimodifikasi kotak berkapasitas 1.100 liter.

“Kemudian solar yang sudah berhasil dibeli disimpan di tandon warna kuning ukuran 5.000 liter yang ditanam dan disimpan di dalam tanah di gudang Dusun Sumberkepuh, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Ada sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari gudang penyimpanan,” katanya.

Diantaranya berupa, solar sebanyak sekitar 2.200 liter, empat tandon air isi 5.000 liter, satu unit pompa merk Shimizu, satu unit jet pums, empat meter slang, satu unit mobil Elp Bison nopol N 802 UT, dua buah tangki mobil bekas, satu buah tangki bekas modif L-300. Kedua tersangka dijerat Pasal 53 huruf b, c dan d sub pasal 55 UU No 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman dibawah lima tahun.

“Kedua tersangka tidak ditahan karena kasus ini masih dalam pengembangkan, pertimbangan lain karena sesuai pasal 53 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi ancamannya dibawah lima tahun. Kasus masih dikembangkan karena diduga ada tempat pendistribusian lainnya dalam pengembangan,” jelasnya.

Kapolres menepis jika tersangka tidak ditahan lantaran anggota Polri namun kasus tersebut masih dalam pengembangan dan keduanya juga tidak ditahan. Masih kata Kapolres, solar tersebut dijual di luar Mojokerto dengan harga penjualan dibawah non subsidi atau di atas harga subsidi.

“Keduanya telah menjalankan bisnis tersebut selama satu bulan, dua minggu dengan keuntungan Rp1.100 per liter. Tersangka UE masih berdinas di polsek wilayah Surabaya, tentunya ada sanksi untuk tersangka namun pidana umum yang berjalan dulu,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here