PKL Mojokerto Demo Tolak Penggusuran

0
274

Mojokerto  – Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Alun-alun Kota Mojokerto ngluruk kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, Senin (24/11/2014). Mereka meminta Walikota Mojokerto membuat Peraturan Walikota (Perwali) untuk melindungi PKL.
PKL mojokertoRatusan padagang ini melakukan orasi di depan kantor Pemkot Mojokerto di Jalan Gajah Mada Kota Mojokerto dengan membawa sejumlah spanduk dan poster berisi tuntutan. Mereka menilai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mempengaruhi kehidupan mereka yang otomatis mempengaruhi harga kebutuhan masyarakat.

Sehingga warga Kota Mojokerto harus giat bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Pasalnya, di Kota Mojokerto tidak ada kawasan industri, lapangan pekerjaan sangat sedikit, ditambah lagi Upah Minimum Kota (UMK) Mojokerto sangat rendah, membuat warga harus memutar otak.

“Yakni dengan membuat lapangan pekerjaan sendiri guna mencukupi kebutuhan hidup. Pemerintah melalui Pemda di daerah sebisa mungkin melindungi dan memajukan usaha masyarakat miskin yakni PKL. Mengaku pada Perpres No 125 Tahun 2012 pasal 7 Pemerintah Daerah harus mampu melindungi, memberikan modal untuk mendapatkan penghidupan yang layak,” ungkap, Ketua Paguyuban Pedagang Alun-alun Kota Mojokerto, Nurhadi.

Masih kata Nur, tapi di Kota Mojokerto, PKL tidak dilindungi dan diberi fasilitas usahanya sesuai Perpres No 125 Tahun 2014. Namun justru sebaliknya, PKL terus digusur dan tidak diberi ruang untuk berkembang. Oleh karena itu, Paguyuban Pedagang Alun-alun Kota Mojokerto menuntut Walikota Mojokerto membuat Perwali untuk melindungi PKL dan menberikan ijin untuk kembali berjualan.

Sedikitnya sebanyak 15 perwakilan para pedagang ditemui Asisten 1 Bidang Pemerintahan Pemkot Mojokerto, Mariyono dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto,  Agus Supriyanto menyampaikan aspirasinya. Karena yang menemui mereka bukan Walikota, maka para pedagang akan kembali Senin (01/12/2014) pekan depan.

“Senin besok, kita akan kembali kesini menagih janji dan kita minta ditemui langsung Walikota. Jika tidak diberikan izin, maka selama satu minggu kita akan melakukan aksi disini. PKL Alun-alun ada 163 pedagang, semua yang berjualan adalah warga kota. Sembari menunggu, kita akan tetap berjualan malam hari,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here