Gunakan Air Campur Bunga, Pengurus Klenteng Hok Siang Kiong Kota Mojokerto Bersihkan Patung Dewa-dewi

0
161

Mojokerto  – Jelang perayaan Imlek yang jatuh pada, Selasa (5/2/2019) pekan depan, pengurus Klenteng Hok Siang Kiong Kota Mojokerto mulai membersihkan patung dewa dan dewi. Selain itu, pengurus juga mempersiapkan berbagai pernak pernik penghias klenteng.

Mereka membersihkan 30 lebih rupang alias patung dewa dan perabot lainnya di Klenteng Hok Siang Kiong Kota Mojokerto. Pembersihan patung dewa yang dilakukan pada, Jum’at (1/2/2019) ini diikuti puluhan keluarga besar Klenteng Hok Siang Kiong Kota Mojokerto.

Salah satu pengurus Klenteng Hok Siang Kiong, Sudarto mengatakan, pembersihan patung tersebut dilakukan oleh jamaat yang berpuasa vegetarian. “Pembersihan dilakukan oleh orang khusus, metode dan alatnya pun tidak bisa sembarangan,” ungkapnya.

Masih kata Sudarto, alat yang digunakan untuk membersihkan patung yakni kuas halus dan harus dilakukan drngan hati-hati sekali karena usia patung sudah tua. Sudarto menjelaskan, jika usia patung tertua di Klenteng Hok Siang Kiong sudah berusia ratusan tahun.

“Pembersihan patung dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada dewa yang selama satu tahun tidak pernah di pegang dan jelang Imlek, kita turunkan semua patung dewa dan kita lakukan pembersihan dengan air yang berisikan bunga-bunga,” katanya.

Sudarto menambahkan, jika pada tahun ini merupakan shio Babi Tanah yang mempunyai makna kemakmuran. Pihaknya berharap kedepannya agar Indonesia lebih baik. Masih kata Sudarto, perayaan Imlek di Klenteng Hok Siang Kiong akan digelar secara berkala.

“Proses sembayang akan dilakukan pada Senin malam, kemudian dilanjutkan Selasa ada tradisi silaturahmi. Yakni banyak keluarga yang di luar Kota Mojokerto akan pulang kampung. Seperti umat muslim kalau saat hari raya, kita juga mempunyai tradisi yang sama,” ujarnya.

Puncak Imlek di Klenteng Hok Siang Kiong akan digelar pada tanggal 17 Pebruari 2019 mendatang. Yakni berupa kirab akbar dengan berbagai acara dan diikuti peserta dari lintas agama yang menggambarkan kerukunan umat beragama khususnya di Kota Mojokerto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here