Mojotirta Festival Jadi Destinasi Baru Kota Mojokerto

0
215

Mojokerto – Dalam peringatan Hari Air Sedunia, Pemkot Mojokerto untuk kali pertama menggelar Mojotirta Festival 2019. Kegiatan digelar di Jembatan Rejoto, jembatan penghubung antara Kelurahan Blooto dan Kelurahan Pulorejo di Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Mojokerto, Novi Rahardjo mengatakan, Mojotirto Festival digelar sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas anugerah air di kota Mojokerto. “Kegiatan ini merupakan support dari Walikota,” ungkapnya, Jumat (22/3/2019).

Yakni agar setiap bulan memiliki kegiatan terintegrasi dan menjadi satu dengan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Yakni dengan menghadirkan nuansa Mojopahit, meski dinilai dalam kegiatan pertama tersebut belum menemukan pakem Mojopahit yang sebenarnya.

“Namun insya Allah, kedepan kita akan terus menggali lagi sehingga secara bertahap pakem Majapahit bisa terwujud sesuai dengan tujuannya yakni mengembalikan kejayaan Majapahit di Kota Mojokerto. Kegiatan ini juga diharapkan bisa berdampak ke masyarakat yakni menumbuhan ekonomi dan kesejahteraan,” katanya.

Sementara itu, Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, Mojotirto Festival 2019 tersebut merupakan event pertama di Kota Mojokerto khususnya di wilayah barat. “Ini juga bertepatan dengan Hari Air sekaligus mengucap rasa syukur kepada Allah SWT,” tuturnya.

Pasalnya, Kota Mojokerto sepanjang tahun berlimpah dengan air dan tidak pernah kekurangan air. Kegiatan tersebut juga sekaligus sebagai event sebagai penanda uri-uri budaya Majapahit. Khususnya Penerus bangsa, Walikota berharap tidak lupa dengan sejarah.

“Kita pernah menjadi bagian kerajaan besar lebih dari nusantara. Mojokerto adalah ibukota Kerajaan Majapahit abad 13 yang lalu. Dengan Spirit of Majapahit, kami mengajak seluruh masyarakat dan OPD bersinergi, bergandeng tangan agar Kota Mojokerto menjadi kota yang luar biasa maju dan bisa disandingkan dengan Kota Surabaya,” ujarnya.

Kota Mojokerto memiliki aliran sungai yang banyak, tidak hanya Sungai Brantas, namun Sungai Kotok yang menjadi lokasi Festival Mojotirto 2019. Ditambah Kali Brangkal dan Kali Sadar, sehingga potensi tersebut kedepannya Pemkot Mojokerto menjadi destinasi wisata dengan konsep besar.

“Kita memiliki sumber daya air yang melimpah, kemudian sumber daya manusia akan kita gerakan bersama-sama, bersinergi dengan seluruh masyarakat. Bukti hari ini, acara yang idenya dalam waktu singkat dan tanpa APBD, namun dengan keguyupan masyarakat bisa terwujud,” tuturnya.

Meski pertama, namun Walikota mengapresiasi Mojotirta Festival 2019, karena masyarakat tidak ada yang menolak event tersebut, namun justru mewujudkan Mojotirto Festival bisa digelar. Menurutnya, hal tersebut menunjukan warga yang guyup rukun dan patuh diacungi jempol.

Mojotirto Festival 2019 digelar selama dua hari, mulai Jumat (22/3/2019) sampai Sabtu (23/3/2019). Jumat digelar prokasi serentak di sepanjang Sungai Kotok, lomba mewarnai di hutan kota, lomba musikalisasi dan pasar tradisional di Jembatan Rejoto dan pembukaan Mojotirto Festival 2019.

Pembukaan ditandai kenduri dan larung banyu, kirab Mojopahit, tabur benih ikan dan demo perahu naga. Di hari kedua, Sabtu akan digelar lomba permainan tradisional di area Jembatan Rejoto, lomba bercerita di hutan kota, lomba dayung di Das Brangkal (Jembatan Mentikan), pasar tradisional dan ludruk di Jembatan Rejoto.

sumber : beritajatim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here